• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

5 Olahan Singkong Favorit

Marketing by Marketing
18 May 2016
in News
0
5 Olahan Singkong Favorit

SoloposFM–Singkong atau ketela pohon adalah bahan pangan yang mudah ditemukan di Negara kita karena mudah tumbuh di mana saja. Keberadaan singkong ini bahkan diabadikan oleh Koes Plus dalam lagunya Nusantara yang menyebut ‘Tongkat kayu dan batu jadi tanaman..’ Ya singkong yang berbentuk mirip kayu ini memang amat mudah ditanam dan dapat dimanfaatkan mulai dari umbi atau akar sampai daunnya.

Singkong selain kaya karbohidrat juga kaya akan berbagai vitamin dan mineral. Dalam 100 gram singkong terdapat kandungan fosfor 40,00 gram, Kalsium 33,00 miligram, Vitamin C 30,00 miligram, Protein 1,20 gram, Besi 0,70 miligram, Lemak 0,30 gram dan Vitamin B1 0,01 miligram.

Oleh karena kandungan gizi nya yang cukup lengkap dan harganya yang murah, singkong telah lama dimanfaatkan untuk membuat berbagai penganan, mulai dari yang tradisional sampai modern. Berikut 5 olahan singkong yang menjadi favorit:

1. Keripik Singkong

Makanan gurih dan berbunyi kriuk saat digigit ini amat mudah kita temukan, mulai dari pedagang pasar sampai supermarket besar. Makanan yang diolah dari singkong yang diiris tipis, dibumbui lalu digoreng ini kini memiliki banyak varian rasa seperti keju, pedas, barbeque, manis, balado dan lain sebagainya. Keripik singkong cocok sebagai kudapan saat menonton TV, perjalanan atau ngobrol dengan teman dan keluarga.

2. Gethuk

‘Gethuk asale soko telo…’ Syair lagu ‘Gethuk’ itu begitu popular di kalangan masyarakat Jawa. Yah, gethuk termasuk makanan tradisional yang sudah ada sejak jaman kakek dan nenek kita masih kecil. Makanan bertekstur lembut cukup gampang dibuat. Pertama kupas dulu singkongnya, lalu rebus sampai matang. Nah, setelah itu baru ditumbuk sampai halus atau bisa juga digiling. Bila suka, campurkan pewarna dan pemanis gula pasir atau gula jawa. Gethuk biasanya dihidangkan dengan taburan parutan kelapa di atasnya.

3. Tiwul

Tiwul adalah makanan yang cukup popular sebagai pengganti nasi di sejumlah wilayah seperti Wonogiri dan Gunung Kidul. Tiwul terbuat dari gaplek, yaitu singkong yang dikeringkan kemudian dibuat jadi tepung. Nah, tiwul ini pembuatannya cukup mudah, tepung gaplek dikukus sampai matang saja, hampir sama seperti mengukus singkong.

Tiwul dipercaya mencegah penyakit maag, perut bermasalah, dan lain sebagainya. Saat ini banyak dijual tiwul instan untuk memudahkan masyarakat yang menginginkan mengkonsumsi makanan. Dengan penyajian yang cepat, tiwul dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia semua usia dan semua kelas tanpa membedakan strata sosial.

4. Tape Singkong

Tape atau orang Sunda menyebut peuyeum adalah makanan tradisional dari singkong yang dibuat dengan melewati proses fermentasi dulu. Rasanya manis dengan tekstur yang lembut.
Tape singkong ini bisa dimakan begitu saja atau diolah menjadi penganan seperti digoreng atau dibuat cake maupun brownies. Tape singkong juga cocok dinikmati bersama es buah segar.

5. Gatot

Gatot bukan gagal total ya. Ini adalah nama makanan yang bahannya juga dari singkong. Warnanya kehitam-hitaman karena gaplek direndam dalam air sampai berubah warna. Gatot disajikan dengan taburan kelapa parut.

Gatot memiliki kandungan gizi yang sangat banyak yang tidak kalah dengan makan pokok lainnya seperti beras, tiwul, dan nasi jagung, kandungan asam amino atau protein dalam gatot lebih besar dibanding dengan bahan pembuatanya (ubi kayu). Hal ini terjadi karena keberadaan jamur yang memproduksi rotein dari bahan pati ubi kayu sehinggah gatot merupakann suatu makan yang kaya akan gizi dan dapat di jadikan sebagai makan pokok penganti beras.

Tags: makanansingkong

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Korban Meninggal dalam Tragedi Kecelakaan KA di Bekasi Bertambah Jadi Tujuh Orang
  • Rekonsiliasi Data JKN Digenjot, Keaktifan Peserta di Soloraya Masih Jadi Sorotan
  • Mas Wali Apresiasi Festival Durian NEO Solo Grand Mall, Ingatkan Warga Soal Pengelolaan Sampah
  • Peringati Hari Bumi, Hotel Adhiwangsa & BBWS Kolaborasi Tanam Pohon di Urban Forest Bengawan Solo
  • Pelantikan BWI Pekalongan Soroti Rendahnya Legalitas Aset Wakaf

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.