Radio Solopos, SOLO — Usaha jasa desain brand identity dan konsultan branding, HATENA, menghadirkan solusi terpadu bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam membangun identitas merek yang kuat dan berkelanjutan.
Usaha milik pasangan suami istri ini juga memberikan pendampingan strategi bisnis sebagai bagian dari proses branding secara menyeluruh.
Owner HATENA, Sany, mengatakan branding bukan sekadar tampilan logo atau visual, melainkan proses panjang yang berkaitan dengan konsistensi bisnis, manajemen, serta pengalaman konsumen.
“Branding itu tidak hanya marketing atau sales, tetapi bagaimana bisnis itu bisa konsisten dan punya reputasi baik,” ujarnya dalam Talkshow Selasar UMKM di Radio Solopos, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, dalam membangun brand identity, pelaku UMKM perlu memahami tiga fondasi utama, yaitu keseimbangan supply dan demand, pemahaman terhadap target pasar, serta kejelasan proses bisnis. Ketiga aspek tersebut menjadi dasar terbentuknya citra merek yang kuat di pasar.
Owner HATENA, Ririn, menambahkan bahwa banyak pelaku UMKM masih memandang branding sebatas upaya agar produk terlihat menarik atau viral dalam waktu singkat.
Padahal, branding yang efektif justru berorientasi pada keberlanjutan usaha dan kemampuan menciptakan pelanggan yang loyal.
“Branding itu bukan hanya soal terkenal sesaat, tetapi bagaimana usaha bisa bertahan lama dan memiliki pelanggan yang kembali membeli,” jelasnya.
Melalui jasa brand identity, HATENA membantu pelaku usaha dalam merancang identitas merek mulai dari logo, konsep visual, hingga pesan yang ingin disampaikan kepada konsumen.
Sementara itu, melalui layanan konsultan branding, Hatena memberikan pendampingan dalam menentukan arah bisnis, strategi pemasaran, serta pengalaman pelanggan (customer experience).
Selain melayani klien, HATENA juga aktif mengedukasi pelaku UMKM melalui program komunitas Growing Business Club (GBC). Dalam program tersebut, pelaku usaha dapat mengikuti webinar gratis, berdiskusi, serta mendapatkan insight terkait pengembangan bisnis dan branding.
Sany menilai pendekatan edukatif tersebut penting karena banyak pelaku UMKM yang masih merintis usaha dari nol dengan keterbatasan modal dan pengetahuan.
Oleh karena itu, HATENA berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya berorientasi pada jasa, tetapi juga pemberdayaan pelaku usaha.
Dengan pendekatan tersebut, HATENA berharap pelaku UMKM dapat membangun brand identity yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki fondasi bisnis yang kuat sehingga mampu bersaing dan bertahan dalam jangka panjang.
