Radio Solopos, PEKALONGAN – Sebanyak 100 siswa SMP negeri dan swasta se-Kota Pekalongan mengikuti Pelatihan Desain Batik berbasis Artificial Intelligence (AI) yang digelar di Kawasan Budaya Jetayu, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Pekalongan mengenalkan inovasi teknologi kepada generasi muda dalam pelestarian batik.
Pelatihan dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab dan menjadi agenda penutup Pekan Kreatif Nusantara 2026.
Dalam sambutannya, Balgis menegaskan pentingnya kolaborasi antara budaya batik dengan perkembangan teknologi modern agar batik tetap relevan di kalangan generasi muda.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin generasi muda melihat batik sebagai ruang kreativitas yang mampu berkembang mengikuti kemajuan teknologi,” ujarnya.
Melalui pelatihan tersebut, setiap peserta ditargetkan mampu menghasilkan hingga 100 desain batik berbasis AI, mulai dari motif dasar, aplikasi pada kain, visualisasi pakaian, hingga rancangan kostum karnaval batik.
Dengan target itu, Pemerintah Kota Pekalongan menargetkan lahirnya 10.000 desain batik baru dari para peserta pelatihan.
Program tersebut juga diproyeksikan menjadi langkah awal menuju pemecahan rekor MURI pada Pekan Batik Nasional 2026 mendatang. Pada kegiatan itu, jumlah peserta direncanakan meningkat menjadi 1.000 orang dengan target menghasilkan 100.000 desain batik berbasis AI.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pekalongan Sugiyo, Kepala Dindagkop UKM Kota Pekalongan Wismo Adityo, Direktur Utama PT Khadeeja Nugroho Group Sunaryo, serta MGMP TIK se-Kota Pekalongan.
Melalui program ini, Pemkot Pekalongan berharap inovasi teknologi dapat menjadi sarana penguatan identitas Kota Pekalongan sebagai kota batik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah. (NA)
