Radio Solopos, PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan meluncurkan program Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus tuberkulosis (TBC) secara aktif.
Program tersebut diluncurkan dengan menargetkan jangkauan sekitar 1.350 warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.
Program yang digagas melalui Dinas Kesehatan tersebut akan berlangsung mulai pekan ini hingga September 2026.
Pengadaan program tersebut menjadi salah satu upaya mempercepat deteksi dini dan memutus rantai penularan TBC di masyarakat.
Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau kerap disapa sebagai Aaf, mengatakan hingga saat ini terdapat 140 kasus TBC yang ditemukan di Kota Pekalongan.
Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan penanganan serius karena TBC merupakan penyakit menular dengan masa pengobatan yang cukup panjang.
Masa pengobatan intensif selama paling sedikit enam bulan dan merupakan penyakit menular hingga membuat penyakit ini harus ditangani dengan serius.
“Karena TBC merupakan penyakit menular, kita harus melakukan jemput bola. Pengobatannya juga tidak mudah karena pasien harus disiplin menjalani terapi selama enam bulan,” ujar Aaf saat peluncuran program di Aula Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Pekalongan, Senin (20/7/2026).
Memperkuat Deteksi Dini
Untuk mendukung program ACF, Pemkot Pekalongan memperoleh bantuan alat X-ray yang akan digunakan dalam kegiatan skrining.
Pemeriksaan skrining difokuskan pada warga yang beresiko tertular dan diberikan pencegahan sedini mungkin.
Aaf mengimbau masyarakat agar tidak ragu mengikuti pemeriksaan karena deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit dan mempercepat penanganan pada pasien.
“Kami ingin masyarakat tidak khawatir. Pemerintah akan turun langsung dengan layanan pemeriksaan menggunakan mesin X-ray. Tujuan utamanya adalah menemukan kasus sejak dini agar segera ditangani,“ katanya.
Dukungan Pemerintah
Pelaksanaan ACF merupakan hasil kolaborasi Pemkot Pekalongan dengan CSR Bank Jateng.
Sebagai bentuk dukungan upaya penanggulangan TBC, Bank Jateng memberikan dukungan senilai Rp122,42 juta.
Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan penemuan kasus TBC secara aktif di Kota Pekalongan.
Pemerintah berharap pelaksanaan program dapat mencapai target melalui kerja sama rumah sakit, puskesmas, serta kader Mentari Sehat Indonesia.
Dengan adanya kerja sama tersebut, pemerintah berharap masyarakat luas bisa segera teredukasi.
Sehingga nantinya masyarakat yang terinfeksi TBC dapat segera ditemukan dan menjalani pengobatan hingga tuntas. (NA).
