Radio Solopos, SOLO – Chinalink Education mendorong pelajar di Soloraya mempersiapkan kemampuan bahasa Mandarin dalam Talkshow Selasar Radio Solopos, Kamis (16/7/2026).
Persiapan kemampuan Bahasa ini dianggap menjadi sebagai salah satu langkah untuk memperoleh peluang beasiswa kuliah di Tiongkok.
Lembaga konsultan pendidikan dan kursus bahasa tersebut menyatakan penguasaan bahasa menjadi bekal penting bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Tiongkok.
Perwakilan Chinalink Education, Utari Dyah, mengatakan Tiongkok kini menjadi salah satu tujuan studi yang banyak diminati.
Hal tersebut bisa dilihat dari peluang perkembangan ekonomi yang pesat, gaya hidup Asia yang lebih familiar dengan Indonesia, biaya hidup yang dianggap masih lebih terjangkau, sampai peluang beasiswa beragam yang disediakan oleh negara Tiongkok.
Menurutnya, Chinalink Education di Solo telah beroperasi sejak 2015 sebagai pusat konsultasi pendidikan ke Tiongkok dan penyedia kursus bahasa Mandarin bagi masyarakat.
Chinalink sendiri sebenarnya bukan hanya menyediakan layanan untuk belajar bahasa Mandarin, tapi juga bahasa Taiwan.
Meskipun demikian, mereka jauh lebih fokus kepada pengajaran bahasa Mandarin.
Utari menjelaskan calon mahasiswa dapat memilih program kuliah dengan pengantar bahasa Mandarin atau bahasa Inggris.
Namun, bagi peserta yang mengambil program berbahasa Mandarin, sertifikat HSK level 4 hingga 5 menjadi salah satu syarat untuk mendaftar ke perguruan tinggi di Tiongkok.
Meski demikian, pada akhirnya sertifikat HSK juga akan tetap diminta walau calon mahasiswa memilih pegantar Bahasa Inggris.
Hal tersebut menjadi syarat kelulusan dari universitas.
“Yang pasti tahap awal kita harus persiapan bahasa dulu sampai kebutuhan HSK 4. Kalau kuliah menggunakan pengantar Mandarin, minimal syaratnya HSK 4 dan sekarang beberapa universitas sudah meminta HSK 5,” ujar Utari.
Program Intensif
Utari mengatakan waktu belajar menuju HSK 4 sebenarnya bergantung pada intensitas pembelajaran.
Program reguler umumnya memerlukan waktu sekitar 1,5 hingga 2 tahun, program ini biasa digunakan oleh peserta didik yang memiliki waktu longgar.
Sedangkan jika peserta didik yang dikejar target waktu, tersedia kelas intensif yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar delapan hingga sembilan bulan.
Utari menambahkan metode pembelajaran dilakukan melalui kombinasi kelas bersama pengajar lokal dan penutur asli dari Tiongkok secara daring.
Materi pembelajaran difokuskan pada kemampuan berbicara, mendengar, membaca, dan latihan dengan menggunakan media lagu serta film berbahasa Mandarin.
Selain layanan kursus, Chinalink Education juga memberikan pendampingan dalam pemilihan universitas, proses pendaftaran, hingga pengurusan keberangkatan mahasiswa ke Tiongkok.
“Tidak perlu takut belajar mandarin, kita bisa dampingi dari 0 sampai lancar mandarin, kita bisa membantu pendaftaran sampai membantu di sana, pengantaran dan pengurusan.” Kata Utari.
Beasiswa dan Camp
Utari menjelaskan terdapat tiga jalur beasiswa yang dapat dimanfaatkan calon mahasiswa, yakni beasiswa pemerintah, beasiswa pemerintah provinsi, dan beasiswa dari perguruan tinggi di Tiongkok.
Peluang memperoleh beasiswa dipengaruhi nilai akademik, kemampuan bahasa, sertifikat pendukung, dan hasil wawancara.
Selain itu, Chinalink Education juga membuka program Summer Camp dan Winter Camp selama dua minggu yang dapat diikuti siswa sekolah dengan rentang usia mulai dari 12 sampai 20 tahun.
Program tersebut memberikan pengalaman belajar bahasa, mengenali lingkungan kehidupan Tiongkok, dan mengetahui kehidupan kampus di Tiongkok secara langsung.
Utari mengimbau masyarakat yang ingin melanjutkan studi ke Tiongkok agar tidak ragu memulai belajar bahasa Mandarin sejak dini.
Menurut Utari, persiapan yang lebih awal akan memperbesar peluang pemerolehan beasiswa karena kuota akan semakin terbatas mendekati masa pendaftaran.
