Radio Solopos, SOLO – VaniLa’s Kitchen membuktikan hobi memasak dapat berkembang menjadi usaha kuliner yang bertahan hingga satu dekade.
Perkembangan ini didukung melalui konsistensi menjaga kualitas produk dan keberanian untuk terus berinovasi.
Owner VaniLa’s Kitchen, Vania Lantu, mengatakan usahanya berawal dari kegemaran memasak yang diwarisi keluarga.
Sebelum terjun ke dunia kuliner, dirinya sempat berkarier sebagai makeup artist (MUA).
Penamaan VaniLa’s Kitchen berasal dari gabungan namanya sendiri, Vania dengan marga keluarganya, Lantu.
Hal tersebut yang mengakibatkan huruf L dalam nama VaniLa’s Kitchen ditulis dengan huruf besar.
Menurutnya, keputusan menekuni bisnis kuliner muncul setelah berbagai hasil masakannya mendapat respons positif dari keluarga dan teman.
“Kita memang punya gen hobi masak. Lahir dari situ, terus saya coba bikin makanan-makanan yang saya suka sebenarnya. Terus saya kasih ke orang-orang, ternyata ada tanggapan positif gitu dari teman-teman, keluarga. Kita coba gitu. Sampai sekarang saya di bisnis kuliner,” ujar Vania dalam Talkshow Selasar UMKM Radio Solopos, Jumat (24/7/2026).
Vania menjelaskan VaniLa’s Kitchen telah berdiri sejak 2016.
Awalnya, ia belum langsung menjual produknya.
Melainkan membagikan sampel berbagai makanan sebagai tester sebelum akhirnya menerima pesanan dari konsumen.
Ia menilai tantangan terbesar dalam membangun usaha justru berasal dari diri sendiri.
Tantangan utamanya muncul dari menjaga semangat, konsistensi, dan komitmen untuk terus menjalankan bisnis.
Menurutnya, mempertahankan sebuah usaha jauh lebih sulit dibanding memulainya.
“Tapi yang penting tekadnya ini bulat. Kalau kita udah terjun ya harus komitmen,” katanya.
Vania mendorong generasi muda yang ingin memulai usaha agar tidak menunggu memiliki modal besar.
Menurutnya, tekad yang kuat, konsistensi, dan komitmen menjadi modal utama dalam membangun bisnis.
Produk Viral
Vania mengatakan salah satu produk yang kini sedang populer adalah bolu ketan hitam lumer.
Produk tersebut mulai dikembangkan sebelum muncul tren di media sosial.
Namun produk tersebut kemudian menjadi semakin dikenal setelah lagu viral di TikTok.
Sebelum dipasarkan, bolu ketan hitam juga melalui berbagai tahap penyempurnaan resep.
Sehingga dirasa sanggup menghasilkan rasa dan kualitas yang sesuai harapan.
Menurutnya, setiap produk selalu diuji terlebih dahulu dengan membagikannya kepada keluarga dan teman sebelum dipasarkan kepada konsumen.
Selain bolu ketan, VaniLa’s Kitchen juga menyediakan berbagai menu lain seperti lasagna, donat, churros, dan corndog melalui sistem pre-order.
Produk yang menjadi top 3 mereka adalah lasagna, bolu ketan hitam, dan donat.
Vania menilai promosi digital memiliki peran penting dalam memperkenalkan produk kuliner kepada masyarakat.
Menurutnya, tampilan visual menjadi faktor pertama yang menarik perhatian konsumen.
Sebelum mereka mencoba langsung cita rasa makanan.
Usaha dari Rumah
Vania mengaku sengaja menerapkan sistem pre-order karena mampu meminimalkan risiko kerugian akibat produk tidak terjual.
Dengan sistem tersebut, produksi dilakukan sesuai jumlah pesanan sehingga lebih efisien dalam pengelolaan bahan baku.
Di sisi lain, ia mengaku tidak selalu mengikuti tren kuliner yang sedang populer.
Menurutnya, menciptakan produk dengan karakter sendiri memiliki peluang bertahan lebih lama dibanding hanya mengikuti tren sesaat.
Meskipun saat ini dirinya masih mengelola usaha kuliner dari rumah.
Dimana sistemnya untuk bolu ketan bisa pesan dari Kamis-Minggu.
Serta untuk weekend, dirinya menjual produk tersebut di Solo Waktu Malam dan Car Free Day.
Memiliki kedai sendiri tetaplah mimpi besar bagi VaniLa’s Kitchen.
“Saya pengen kayak orang lain. Buka Kedai. Buat nongkrong karena selama ini saya cuma di rumah. Saya mau menantang diri saya sendiri.” tutup Vania.
