• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Crew
    • Ardi Sardjono
    • Fira Maghfirani
    • Hadiyawan Arto Buwono
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Kupis Cookies Hadirkan Nilai Baru dari Limbah Kulit Pisang

Fitriana Afifaturahmah

Redaksi Radio Solopos by Redaksi Radio Solopos
6 August 2026
in Lifestyle, News
0
Kupis Cookies Hadirkan Nilai Baru dari Limbah Kulit Pisang

Rifal Afandi (kiri), Owner Minions Winner Sumber Echo, dan Alex D. Santoso (kiri kedua), developer Kupis Cookies sekaligus alumni Magister Terapan Politeknik Sahid, membahas inovasi Kupis Cookies berbahan tepung kulit pisang dalam Talkshow Selasar di Radio Solopos, Selasa (28/7/2026). (Radio Solopos)

Radio Solopos, SOLO – Limbah kulit pisang yang selama ini hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak kini disulap menjadi produk bernilai tinggi.

Inovasi tersebut diwujudkan melalui Kupis Cookies, produk kukis berbahan dasar tepung kulit pisang hasil kolaborasi dari akademisi dan pelaku UMKM di Karanganyar.

Produk ini dikembangkan oleh Alex D. Santoso, mahasiswa Magister Terapan Politeknik Sahid, bersama UMKM Minions Winners Sumber Echo milik Rifal Afandi.

Alex menjelaskan bahwa ide ini bermula dari proyek bisnis tugas akhir kuliahnya.

Ia secara khusus mencari limbah pangan yang masih bisa diolah kembali menjadi produk baru.

“Saya berpikir semua bahan organik bisa dijadikan tepung. Akhirnya saya mencari limbah yang belum dimanfaatkan secara maksimal, lalu memilih kulit pisang,” ujarnya dalam Talkshow Selasar UMKM Radio Solopos, Selasa (28/7/2026).

Pencarian bahan baku tersebut membawanya bertemu dengan pengusaha keripik pisang asal Karanganyar, Rifal Afandi.

Rifal menyebutkan bahwa usahanya mengolah sekitar 1,8 ton pisang setiap dua hari.

Namun, hanya sekitar 600 kilogram yang diolah menjadi keripik dan sisanya, yakni sekitar 1,2 ton atau 66,7 persen, menjadi limbah.

“Selama ini kulit pisang hanya kami jual sebagai pakan ternak. Dengan inovasi ini, limbah tersebut memiliki nilai tambah yang jauh lebih tinggi,” tutur Rifal.

Riset

Proses formulasi produk ini memakan waktu penelitian hampir dua bulan.

Awalnya, Alex mencoba formula dengan 25 persen tepung kulit pisang, lalu bertahap ditingkatkan hingga 100 persen.

Namun, penggunaan 100 persen tepung kulit pisang menghasilkan tekstur yang terlalu rapuh.

“Akhirnya kami memilih komposisi optimal, yaitu 75 persen tepung kulit pisang dan 25 persen tepung terigu. Formulasi ini menghasilkan tekstur kukis yang pas sekaligus tetap memaksimalkan pengurangan limbah,” jelas Alex.

Hasil riset tersebut nantinya diserahkan sepenuhnya kepada mitra UMKM agar dapat diproduksi secara berkelanjutan.

Alex juga berkomitmen untuk terus mendampingi mitra melalui pelatihan produksi.

“Harapannya, produk ini bisa terus berkembang dan kelak menembus pasar internasional,” tambah Alex.

Pasar Sirkular

Rifal optimistis produk baru ini memiliki peluang besar di pasaran karena menawarkan keunikan yang belum banyak dimiliki kompetitor.

Saat ini, tim sedang menunggu hasil uji laboratorium sebelum produk resmi dipasarkan secara luas.

Kupis Cookies akan diposisikan sebagai produk premium dengan kemasan yang lebih eksklusif.

Strategi pemasarannya menitikberatkan pada jaringan toko modern dan ritel guna menjaga citra produk.

Respons awal masyarakat tercatat sangat positif.

Sebelum resmi diluncurkan, sampel kukis telah dibagikan kepada warga sekitar sebagai uji cita rasa.

“Dari sampel yang kami bagikan ke tetangga, responsnya sangat bagus. Hampir semuanya suka dan itu membuat kami semakin yakin untuk berproduksi secara massal,” ungkap Rifal.

Selain menghadirkan variasi produk baru, inovasi ini diharapkan mampu memperkuat konsep ekonomi sirkular di daerah dengan mengubah limbah bernilai rendah menjadi produk pangan bernilai ekonomi tinggi sekaligus memberdayakan masyarakat lokal.

Tags: Selasar UMKMKulit PisangEkonomi sirkularPoliteknik SahidMinions Winners Sumber Eco

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Dorong Politisi Perempuan Terpilih Lagi di 2029, Sumanto: Persiapkan Diri, Kompetisi ke Depan Lebih Rumit
  • Burnout dan Overthinking pada Anak Muda di Era Serba Cepat, Kenapa Makin Sering Terasa?
  • Fashion Retro di Era Modern, Gaya Lawas yang Kembali Jadi Tren
  • Grand Mercure Solo Baru Inisiasi Kolaborasi Pariwisata Lewat Fun Cycling
  • 7 Tempat Wisata Dekat Stasiun Solo Balapan, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Keliling Solo

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.