Radio Solopos, SOLO – Kebutuhan kostum untuk kompetisi modeling sang anak menjadi cikal bakal berdirinya brand busana pageant, Ndalem AW.
Berawal dari membuat kostum secara mandiri, Owner Ndalem AW, Anis Wahyuni, kini melayani berbagai pesanan busana khusus ajang kecantikan dan modeling.
Anis menceritakan, ia awalnya menyewa kostum ketika anaknya mulai terjun ke dunia modeling di usia empat tahun.
Namun, tingginya biaya sewa serta keterbatasan durasi pemakaian mendorongnya untuk merancang dan membuat kostum sendiri.
“Kalau ada lomba dan bikin sendiri, tentu jauh lebih leluasa,” ujar Anis dalam Talkshow Selasar Radio Solopos Rabu, (5/8/2026).
Hasil karya Anis rupanya menarik perhatian para orang tua peserta lain hingga mereka berminat memesan.
Melihat peluang tersebut, Anis mulai menerima pesanan pembuatan kostum.
Seiring bertambahnya pelanggan, ia membentuk Kids Model Community Solo (KMCS) pada 2014.
Tiga tahun berselang, ia resmi meluncurkan Ndalem AW sebagai brand spesialis busana kostum.
Desain
Meski sukses di industri busana, Anis tidak memiliki latar belakang pendidikan fashion.
Ia merupakan sarjana Ilmu Politik jurusan Hubungan Internasional.
Kemampuan merancang busana ia pelajari secara otodidak melalui riset referensi dan eksperimen desain sesuai tema kompetisi.
Bagi Anis, tantangan terbesar muncul saat lomba mengusung tema spesifik.
Ia harus menciptakan busana yang unik sekaligus sesuai dengan karakter setiap anak.
“Belum tentu baju yang cocok untuk anak saya akan pas dipakai anak lain, karena karakter setiap anak berbeda-beda,” jelasnya.
Salah satu karya paling berkesan bagi Anis adalah kostum bertema Maleficent untuk lomba berkonsep fairy.
Busana tersebut berhasil mengantarkan sang anak meraih gelar juara sekaligus makin memantapkan langkah Anis di dunia desain.
Model
Seiring perkembangannya, Ndalem AW juga menghadirkan wadah pengembangan bakat melalui Ndalem AW Model Search pascapandemi.
Program ini memilih 10 model dari berbagai daerah untuk menjadi brand ambassador Ndalem AW.
Meski demikian, para model tetap bernaung di bawah agensi masing-masing dan dibebaskan menerima tawaran dari pihak luar.
“Saya tidak ingin membatasi. Kalau anak-anak bisa berkembang di luar, why not?” tutur Anis.
Saat ini, Ndalem AW berfokus pada sistem pemesanan custom dan tidak lagi membuka layanan sewa.
Pelanggan dapat membawa referensi desain yang nantinya disesuaikan dengan postur serta karakter pemakai.
Selain busana custom, pelanggan juga bisa membeli koleksi busana yang sudah tersedia.
Guna menjaga kualitas dan relevansi desain, Anis aktif memantau tren pageant dunia.
Salah satu tren yang marak pada 2026 adalah pemanfaatan material bulu sebagai aksen ekor atau sayap, yang memberikan kesan artwear pada busana pageant.
“Untuk referensi dan inspirasi, saya rutin menonton ajang pageant, memperhatikan karya desainer lain, serta mengamati perkembangan tren warna,” tutupnya.
