• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Crew
    • Ardi Sardjono
    • Fira Maghfirani
    • Hadiyawan Arto Buwono
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Fashion Retro di Era Modern, Gaya Lawas yang Kembali Jadi Tren

Redaksi Radio Solopos by Redaksi Radio Solopos
28 September 2026
in Lifestyle
0
Fashion Retro di Era Modern, Gaya Lawas yang Kembali Jadi Tren

Radio Solopos, SOLO — Apa yang dulu dianggap sebagai gaya lawas kini justru kembali memenuhi berbagai ruang fashion. Jaket denim, celana jeans, kaus grafis, sneakers klasik hingga aksesori bergaya 90-an dan Y2K kembali digunakan dengan sentuhan yang lebih kekinian. Fenomena ini menunjukkan bahwa fashion retro di era modern bukan sekadar nostalgia, tetapi telah menjadi cara baru untuk mengekspresikan gaya personal.

Tren fashion memang terus bergerak, tetapi tidak selalu meninggalkan masa lalu. Berbagai elemen dari dekade sebelumnya kembali diolah, dipadukan, dan disesuaikan dengan gaya hidup generasi masa kini.

Mulai dari gaya 1970-an, 1980-an, 1990-an, hingga awal 2000-an, fashion dari berbagai era kembali mendapatkan perhatian. Bedanya, gaya tersebut kini hadir dengan kombinasi yang lebih fleksibel dan tidak harus mengikuti tampilan asli dari zamannya.

Apa Itu Fashion Retro?

Fashion retro merupakan gaya berpakaian modern yang mengambil inspirasi dari tren fashion masa lalu. Berbeda dengan vintage yang biasanya merujuk pada barang atau pakaian yang memang berasal dari masa lalu, fashion retro dapat menggunakan produk baru dengan desain yang terinspirasi dari era tertentu.

Konsep ini membuat fashion retro lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penggemar fashion tidak harus mencari pakaian lama untuk mendapatkan nuansa retro.

Gaya 90-an hingga Y2K Kembali Populer

Salah satu pengaruh terbesar dalam tren fashion retro modern datang dari gaya 1990-an dan awal 2000-an atau yang sering disebut Y2K.

Jaket denim, kaus grafis, celana jeans, sneakers, tas kecil, kacamata, hingga berbagai aksesori menjadi elemen yang dapat memberikan sentuhan retro pada penampilan.

Namun, tren fashion saat ini tidak selalu meniru gaya masa lalu secara keseluruhan. Elemen retro justru sering dikombinasikan dengan pakaian modern untuk menciptakan tampilan yang lebih praktis.

Media Sosial Ikut Menghidupkan Tren Retro

Kehadiran media sosial membuat tren fashion dari berbagai era semakin mudah ditemukan kembali.

Potongan video, foto, musik, film, hingga gaya berpakaian dari masa lalu dapat kembali muncul di linimasa dan menginspirasi generasi muda. Tren tersebut kemudian diadaptasi sesuai dengan gaya personal masing-masing.

Fenomena ini membuat batas antara tren lama dan tren baru semakin menarik. Sebuah gaya yang populer beberapa dekade lalu dapat kembali muncul dengan interpretasi yang berbeda.

Thrifting dan Daya Tarik Fashion Lawas

Tren thrifting juga menjadi salah satu bagian dari perkembangan fashion retro. Pakaian dengan desain klasik atau model yang sudah jarang ditemukan dapat menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mendapatkan tampilan berbeda.

Selain memberikan pilihan fashion yang beragam, berburu pakaian bekas juga menawarkan pengalaman menemukan item yang memiliki karakter tersendiri.

Meski demikian, kualitas, kebersihan, dan kondisi pakaian tetap perlu diperhatikan sebelum digunakan.

Cara Memadukan Fashion Retro dengan Gaya Modern

Tidak perlu mengenakan seluruh elemen retro dalam satu penampilan. Justru, memadukan satu atau dua item bernuansa retro dengan pakaian modern dapat menghasilkan tampilan yang lebih seimbang.

Misalnya, jaket denim bergaya klasik dapat dipadukan dengan celana berpotongan modern dan sneakers. Kaus bergrafis retro juga dapat dikenakan bersama bawahan sederhana untuk menciptakan gaya kasual.

Aksesori seperti kacamata, tas, topi, atau sepatu juga bisa digunakan sebagai sentuhan kecil untuk menghadirkan nuansa retro.

Fashion Retro Bukan Sekadar Mengikuti Tren

Kembalinya fashion retro menunjukkan bahwa tren lama tidak selalu kehilangan daya tarik. Gaya dari berbagai dekade dapat diolah kembali sesuai dengan perkembangan zaman dan karakter penggunanya.

Pada akhirnya, fashion bukan hanya soal mengikuti tren, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan diri.

Sobat Solopos, fashion retro membuktikan bahwa gaya lama bisa kembali tampil fresh. Dengan memadukan elemen klasik dan sentuhan modern, tren masa lalu tetap bisa menjadi bagian dari gaya masa kini.

Tags: fashiontren fashionradio soloposy2kgen zlifestyle2026Fashion RetroFashion Modern

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.