Radio Solopos, Solo — Mercure Solo menggelar rangkaian kegiatan bertajuk Merangkai Wastra, Merawat Warisan untuk memperingati Hari Batik Nasional, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut memadukan pelestarian batik, kreativitas, dan gaya hidup sehat serta diikuti 30 anggota Tim Penggerak PKK Kota Surakarta.
Salah satu kegiatan yang digelar yakni Workshop Upcycling Batik yang bekerja sama dengan Batik Putra Bengawan. Peserta mendapat edukasi mengenai pemanfaatan kain perca batik menjadi produk baru yang memiliki nilai guna dan estetika.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mengolah sisa potongan kain batik menjadi bros. Upaya tersebut memperkenalkan pemanfaatan kembali kain perca yang sebelumnya tidak terpakai sekaligus memberikan nilai ekonomi dan budaya.
Selain workshop, Mercure Solo menghadirkan kegiatan Yoga Berkain. Kegiatan ini memadukan aktivitas olahraga dengan penggunaan kain batik sebagai bentuk apresiasi terhadap wastra Nusantara.
Yoga Berkain diselenggarakan melalui kolaborasi dengan DiNADI dan Serenity Asana. Peserta mengikuti sesi yoga dengan mengenakan kain batik, sehingga kegiatan tersebut menggabungkan unsur kesehatan dan budaya lokal.
General Manager Mercure Solo, Intan Alice, mengatakan Hari Batik Nasional menjadi momentum untuk mengenalkan batik melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan Merangkai Wastra, Merawat Warisan, kami ingin menunjukkan bahwa batik tidak hanya dapat dikenakan, tetapi juga dapat diolah kembali menjadi karya yang bernilai,” ujar Intan.
Menurut Intan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menggabungkan budaya, kreativitas, dan wellness. Mercure Solo ingin mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus memperkenalkan praktik berkelanjutan melalui pemanfaatan kembali material batik.
Kegiatan tersebut mempertemukan unsur budaya, komunitas, dan aktivitas kreatif dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional. Mercure Solo menyebut program serupa akan menjadi bagian dari upaya mendukung pelestarian budaya dan pemberdayaan komunitas lokal. (*)
