Radio Solopos, Surakarta — Kebiasaan membaca untuk kesenangan sejak masa kanak-kanak dikaitkan dengan kemampuan kognitif yang lebih baik, kesehatan mental yang lebih terjaga, serta fungsi otak yang lebih optimal saat dewasa.
Diberitakan ANTARA News, Selasa (22/9/2026), ahli saraf Universitas Cambridge, Profesor Barbara Sahakian, menyebut kebiasaan membaca sejak dini perlu didorong karena manfaatnya dapat berkaitan dengan perkembangan anak hingga dewasa.
Temuan tersebut berdasarkan analisis data lebih dari 100.000 anak dan remaja di Amerika Serikat yang menjadi bagian dari studi Adolescent Brain and Cognitive Development. Peneliti membandingkan peserta yang mulai membaca untuk kesenangan pada usia dua hingga sembilan tahun dengan mereka yang mulai membaca lebih lambat atau tidak memiliki kebiasaan tersebut.
Hasil analisis menunjukkan, kelompok yang terbiasa membaca sejak dini memperoleh skor lebih tinggi dalam tes pembelajaran verbal, memori, dan perkembangan bicara. Mereka juga cenderung memiliki prestasi akademik lebih baik serta menunjukkan lebih sedikit tanda stres dan masalah perilaku.
Pemeriksaan pencitraan otak turut menunjukkan adanya perbedaan pada area dan volume otak kelompok pembaca sejak dini. Namun, temuan tersebut menunjukkan hubungan antara kebiasaan membaca dan perkembangan otak, bukan bukti bahwa membaca menjadi satu-satunya penyebab perbedaan tersebut.
Selain itu, anak yang gemar membaca untuk kesenangan cenderung menghabiskan lebih sedikit waktu di depan layar dan memiliki waktu tidur lebih banyak ketika memasuki masa remaja.
Dalam penelitian tersebut, waktu membaca yang dinilai berkaitan dengan manfaat optimal bagi anak adalah sekitar 12 jam per minggu. Peneliti mengingatkan bahwa manfaatnya dapat berkurang jika waktu membaca terlalu berlebihan hingga mengurangi kesempatan untuk berolahraga atau bersosialisasi.
Profesor Jianfeng Feng dari Universitas Fudan dan Universitas Warwick mendorong orang tua membangun pengalaman membaca yang menyenangkan sejak usia dini. Kebiasaan ini diharapkan tidak hanya membantu perkembangan anak, tetapi juga menumbuhkan minat baca jangka panjang.
Meski demikian, kebiasaan membaca tetap perlu diimbangi aktivitas lain, seperti bermain, berolahraga, beristirahat, dan berinteraksi dengan orang lain.
