Radio Solopos, SURAKARTA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan dilaporkan tersisa 6,9 hektare. Meski luas kebakaran telah berkurang, kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah sehingga pemerintah daerah menyiapkan langkah penanganan dan bantuan bagi masyarakat terdampak.
Diberitakan Bisnis.com, Selasa (13/10/2026), Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru menyampaikan bahwa penanganan kebakaran perlu dibedakan dari upaya mengatasi dampak kabut asap. Menurutnya, kecilnya luas lahan yang masih terbakar tidak berarti persoalan asap telah selesai.
Area kebakaran yang tersisa berada di kawasan gambut, terutama di sebagian wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), termasuk Pulau Beruang, serta kawasan Muara Medak di Kabupaten Musi Banyuasin. Sementara itu, kondisi kebakaran di Kabupaten Banyuasin dilaporkan mulai terkendali.
Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan akan memperkuat upaya pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas. Herman Deru juga meminta dukungan pemerintah pusat untuk meningkatkan pengawasan kawasan hutan.
Salah satu kendala yang disoroti ialah terbatasnya jumlah polisi kehutanan. Dari sekitar 3,6 juta hektare kawasan hutan di Sumatra Selatan, jumlah polisi kehutanan yang tersedia saat ini sekitar 50 orang.
Herman berharap penambahan personel pengamanan hutan dapat membantu pengawasan, termasuk mendeteksi titik api dan mencegah kebakaran sejak dini.
Selain pencegahan, pemerintah daerah menyiapkan bantuan bagi masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak kabut asap. Bantuan tersebut mencakup dukungan melalui Dinas Koperasi dan UKM serta posko kesehatan.
Pemerintah juga mulai menerima sejumlah perlengkapan dari anggaran Bantuan Presiden, termasuk peralatan penyediaan air dan perlengkapan lain yang dapat digunakan untuk mendukung penanganan dampak karhutla.
Pemerintah daerah berharap langkah pencegahan dan bantuan tersebut dapat mengurangi dampak kabut asap sekaligus mencegah kebakaran kembali meluas di Sumatra Selatan.














