• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

SBMPTN 2017 Dikuti oleh Peserta Berkebutuhan Khusus

Redaksi by Redaksi
16 May 2017
in News
0
SBMPTN 2017 Dikuti oleh Peserta Berkebutuhan Khusus

Solopos FM–Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan peserta SBMPTN 2017 total 797.738 peserta, yang terdiri dari 776.878 peserta ujian berbasis kertas dan 20.860 peserta ujian berbasis komputer.

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia, juga diikuti oleh 263 peserta berkebutuhan khusus pada hari Selasa (16/5/2017).

“Jumlah peserta SBMPTN 2017 yang berkebutuhan khusus 263 peserta, yang terdiri dari tuna netra 72 peserta, tuna rungu 103 peserta, tuna wicara 21 peserta, dan tuna daksa 67 peserta,” kata Ketua Panitia SBMPTN Ravik Karsidi dalam konferensi pers di Palu, Sulawesi Tengah.

Ravik Karsidi mengatakan sudah meminta panitia di seluruh Indonesia memberikan pendampingan jika diperlukan.

“Panitia masih belum bisa menyediakan soal dengan huruf braille, oleh karenanya untuk tuna netra ada pengawas yang membacakan soal,” katanya.

Dia mengatakan panitia tidak membedakan soal seleksi antara peserta difabel dan tidak. “Permasalahannya hanya pada akses semata,” kata Ravik Karsidi yang dilansir oleh Antaranews.

“Peserta ujian berkebutuhan khusus dilayani sebaik-baiknya dan dilakukan pendampingan bila diperlukan, misalnya bagi satu orang peserta tuna netra akan didampingi dua pengawas khusus, satu pembaca soal, satu lagi membantu menuliskan jawaban dari peserta, ingat bahwa semua memiliki hak yang sama untuk ikut ujian ini,” kata Nasir.

Menurut data yang dilansir oleh Antaranews, panitia lokal Jakarta paling banyak menerima pendaftar (68.764), disusul Medan (60.144), Surabaya (55.294), dan Bandung (51.961).

“Saya tadi ke lapangan, saya cek langsung banyak kursi yang kosong, kemungkinan ada dua sebab, yakni sudah diterima di SNMPTN, atau penggantian bidang studi yang diminati. Padahal panitia sudah mengakomodir dengan baik,” katanya.

“Alhamdulillah tidak ada masalah untuk hal lain, apalagi ujian komputer artinya sistem yang dibangun sudah baik,” kata Mohamad Nasir.

[ Dhi Ajeng Ayu Putri ]

Tags: SBMPTNBerkebutuhan KhususMentri

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Korban Meninggal dalam Tragedi Kecelakaan KA di Bekasi Bertambah Jadi Tujuh Orang
  • Rekonsiliasi Data JKN Digenjot, Keaktifan Peserta di Soloraya Masih Jadi Sorotan
  • Mas Wali Apresiasi Festival Durian NEO Solo Grand Mall, Ingatkan Warga Soal Pengelolaan Sampah
  • Peringati Hari Bumi, Hotel Adhiwangsa & BBWS Kolaborasi Tanam Pohon di Urban Forest Bengawan Solo
  • Pelantikan BWI Pekalongan Soroti Rendahnya Legalitas Aset Wakaf

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.