Radio Solopos, SOLO — Politeknik Assalaam Surakarta menunjukkan capaian signifikan dalam dunia pendidikan vokasi dengan tingkat serapan lulusan mencapai 66 persen pada wisuda Periode II Tahun 2026.
Capaian tersebut menjadi indikator kuat kesiapan institusi untuk bertransformasi menjadi universitas pada 2027.
Wisuda program Sarjana Terapan (D4) dan Diploma Tiga (D3) itu digelar khidmat di Multazam Syariah Hotel dan dihadiri pimpinan Yayasan Majelis Pengajian Islam Surakarta (YMPIS) Drs. H. Ahmad Syamsuri, M.M., Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Politeknik Assalaam Prof. Dr. Munawir Yusuf, M.Psi., Sekretaris APTISI Komisariat II Surakarta Dr. R. Taufiq NM, pimpinan perguruan tinggi mitra, serta para mitra usaha.
Dalam laporan akademiknya, Wakil Direktur Politeknik Assalaam Surakarta, Dr. Trisnojoyo Khotob, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa jumlah lulusan pada periode ini sebanyak 29 mahasiswa dari tiga program studi.
Rinciannya, Program Studi D3 Manajemen Informatika meluluskan 20 mahasiswa, D3 Bahasa Inggris lima mahasiswa, serta D4 Manajemen Informasi Kesehatan empat mahasiswa.
Dari total lulusan tersebut, sebanyak delapan wisudawan atau sekitar 28 persen berhasil meraih predikat cum laude.
Lulusan Terserap
Penghargaan wisudawan terbaik diberikan kepada Bunga Sectio Kriswandani Suranto dari Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,86.
Tak hanya unggul secara akademik, profil lulusan juga menunjukkan kesiapan memasuki dunia kerja.
Sebanyak 66 persen lulusan telah terserap di berbagai sektor, mulai dari tenaga pendidik, karyawan badan usaha milik negara (BUMN), pegawai pemerintah, sektor swasta, hingga wirausaha mandiri.
Perwakilan wisudawan menyampaikan bahwa perjalanan pendidikan yang mereka tempuh tidaklah mudah. Sebagian mahasiswa harus membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan.
“Inilah buah dari ketekunan kami. Kami siap bersinergi dan berkompetisi secara sehat dengan lulusan perguruan tinggi lain,” ungkapnya.

Direktur Politeknik Assalaam Surakarta, Prof. Dr. A.G. Tamrin, M.Pd., M.Si., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan, khususnya kepada wisudawan terbaik yang mampu berprestasi meski dalam kondisi yatim piatu.
Ia juga memberikan apresiasi kepada tiga dosen yang berhasil meraih pendanaan Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) Tahun Anggaran 2026 dari Kemendiktisaintek.
Mereka masing-masing Sri Wahyuni Samaratul Zanah (dari Program Studi Bahasa Inggris, Zidni Ilma Nafian (Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan) dan Chayanita Sekar Wijaya (Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan).
Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada Wakil Direktur yang berhasil meraih gelar doktor, mahasiswa berprestasi tingkat internasional yang meraih Juara 3 Coding ICD, serta para dosen yang aktif menyelenggarakan webinar dan perlombaan bagi siswa SMA/SMK.
Kiprah Internasional
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tamrin turut memaparkan kiprah internasional Politeknik Assalaam sebagai narasumber dalam ajang International Conference and Community Service di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam, pada 24–26 April 2026.
Sejumlah materi yang dipresentasikan meliputi reinterpretasi paradigma Iqra’, rekonstruksi pendidikan vokasi, serta pemberdayaan ekonomi melalui produk infused water.

Ketua BPH Politeknik Assalaam, Prof. Dr. Munawir Yusuf, M.Psi., menekankan pentingnya kepercayaan diri lulusan serta komitmen menjaga nilai-nilai ilmiah.
Ia mengibaratkan proses pendidikan sebagai metamorfosis yang membentuk pribadi tangguh.
“Kami berharap pada tahun 2027 Politeknik Assalaam dapat bermetamorfosis menjadi Universitas Assalaam Surakarta,” ujarnya.
Senada dengan itu, perwakilan APTISI Komisariat II Surakarta, Dr. R. Taufiq NM, mengapresiasi keaktifan Politeknik Assalaam dalam mengembangkan institusi.
Ia berharap transformasi menjadi universitas dapat segera terwujud dengan tetap menjunjung nilai akhlakul karimah.
Dengan capaian serapan kerja yang tinggi, prestasi akademik dan nonakademik, serta keterlibatan dalam forum internasional, Politeknik Assalaam Surakarta semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan vokasi yang adaptif, kompetitif, dan berorientasi global.
