• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Crew
    • Ardi Sardjono
    • Fira Maghfirani
    • Hadiyawan Arto Buwono
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Pembelajaran Perlu Hots

Redaksi by Redaksi
31 December 2018
in News
0
Pembelajaran Perlu Hots

SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo meningkatkan kompetensi tenaga pengajar tentang Pembelajaran Berbasis Hots dalam Menghadapi Era Revolusi 4.0 dengan menggelar Workshop selama dua hari pada Jumat hingga Sabtu (28-29/12/2018) di sekolah setempat.

SoloposFM – SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo meningkatkan kompetensi tenaga pengajar tentang Pembelajaran Berbasis Hots dalam Menghadapi Era Revolusi 4.0 dengan menggelar Workshop selama dua hari pada Jumat hingga Sabtu (28-29/12/2018) di sekolah setempat.

Dikutip dari rilis yang diterima Solopos FM, Aryanto selaku Humas SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Solo mengatakan kurang lebih 28 guru dan karyawan terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Terdapat 28 guru dan karyawan yang ikut dalam kegiatan workshop dalam dua hari ini,” jelasnya kepada wartawan.


Ia pun menambahkan pada Jumat (28/12) terdapat dua materi workshop yaitu Pembinaan dari Ketua Majlis Dikdasmen PDM Kota Solo, Drs. H. Tridjono. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan ice breaking dalam mengajar.

Pada Sabtu (29/12) para guru meningkatkan kompetensinya tentang pembelajaran Hots (High Order Thinking Skill) bersama pembicara Prof. Dr. rer. nat. Sajidan, M.Si., Pakar Pendidikan UNS Solo. Dalam kesempatan tersebut, para guru diajak untuk mengonsep pembelajaran abad 21 karena generasi sekarang ini sudah generasi milenial.

“Pembelajaran kita jangan pembelajaran abad 20. Generasi usia ini adalah generasi milenial. Mereka dituntut untuk lebih high thinking skill. Anak-anak mari kita ajak untuk menganalisis bacaan atau materi.”


Kenapa perlu pembelajaran abad 21, lanjutnya, karena keterampilan abad 21 di Indonesia masih jauh dari harapan. Maka di sini saya ingin menyampaikan tentang pemberdayaan. Pemberdayaan itu menggali potensi dan mengembangkannya. Anak-anak kita lahir sudah memiliki potensi Hots dari orang tua secara genetika. Dengan pembelajaran abad 21 yang indikatornya adalah 4 C (Creative, Critical Thinking, Comunicator, Colaborative), Literasi, PPK (Program Pengembangan Karakter), dan Hots yang dikemas dengan model serta pendekatan saintifik maka kita bisa melahirkan generasi milenial yang bisa jadi pemimpin ataupun pengusaha. Kalau generasi muda tidak Hots maka bukan menjadi potensi pembangunan tetapi penghambat atau bahkan penonton di bangsa sendiri.

[diupload oleh Avrilia Wahyuana]

Tags: seminarworkshop

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Mangkunegaran Gelar Dhaup Ageng Gusti Sura pada November
  • Pernikahan di Jogja Menurun, Kemenag Tegaskan Biaya Nikah Sesuai Ketentuan
  • Pemkot Magelang Perkuat Pengelolaan Data Kependudukan
  • Menatap Layar Terlalu Lama, Mata Bisa Lelah hingga Sakit Kepala
  • Mercure Solo Gelar Workshop Upcycling Batik dan Yoga Berkain

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.