• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Biaya Pelayanan BPJS Kesehatan Solo Capai Rp1,9 Triliun

Redaksi by Redaksi
9 December 2021
in News
0
Biaya Pelayanan BPJS Kesehatan Solo Capai Rp1,9 Triliun

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Solo memaparkan kinerja BPJS Kesehatan Solo dalam media gathering pada Rabu (8/12/2021).

SoloposFM – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Solo mencatat jumlah biaya pelayanan yang harus dibayarkan sampai Oktober 2021 sebesar Rp 1,9 triliun. Sementara, nominal iuran yang diterima hanya Rp 710,21 miliar dari total pendapatan iuran Rp 779,73 miliar.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Solo, dr Yessi Kumalasari MPH AAAK mengaku ada selisih angka yang signifikan antara pengeluaran dan iuran yang diterima. Meski demikian, menurutnya ketimpangan itu bisa ditutup dengan gotong royong iuran kolektif secara nasional. Hal itu disampaikan Yessi dalam media gathering di Canting Londo Kitchen Laweyan, Rabu (08/12/2021).

Ia menyebut melihat data itu terdapat kolektibilitas iurannya sebesar 91,08 persen. Dengan melihat data ini bisa dilihat sistem gotong royong sangat terlihat jelas.

“Orang yang tidak sakit menyumbang iuran pada orang yang sakit sistem gotong royong kolektif secara nasional sangat terlihat jelas terlihat,” kata dia.

Yessi menjelaskan BPJS Kesehatan Cabang Surakarta mendapat subsidi dari cabang lain yang pemanfaatannya rendah. Kondisi ini disebabkan akses layanan di beberapa wilayah untuk rumah sakit tipe A dengan pelayanan canggih belum terdistribusi sempurna sampai saat ini. Pembiayaan di Cabang Surakarta besar karena mempunyai rumah sakit tipe A lebih besar yang melayani semua pasien.

“Kami melihat pembiayaan di Cabang Solo yang mempunyai rumah sakit tipe A lebih besar. Ini wajar karena di Solo ada 17 RS yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Yessi menambahkan peningkatan pelayanan peserta BPJS saat ini memang meningkat. Peningkatan pelayanan peserta masih didominasi infeksi saluran pernapasan atas.

Selain itu, kepesertaan per 1 November menunjukkan adanya pertumbuhan jumlah peserta. Angka Universal Health Coverage (UHC) di Kota Solo meningkat menjadi 94,15 persen. Peningkatan kepesertaan juga terjadi di Kabupaten Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, dan Sragen.

 

[Diunggah oleh Mita Kusuma]

Tags: bpjs kesehatanBPJS Kesehatan Solo

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Motivasi Warga agar Ubah Cara Hidup dan Kerja Keras, Ketua DPRD Jateng Sumanto Beri Contoh Peluang Usaha Modal Minim
  • Beri Wadah Berkumpulnya Seniman Lokal, Ketua DPRD Jateng Sumanto Dapat Apresiasi
  • Dekranasda Pekalongan Dorong UMKM Olah Sampah Plastik Menjadi Tas Bernilai Jual
  • Petugas Linmas Senior Pekalongan Terima Santuan dari Wali Kota Aaf
  • RSUD Bendan Ultah ke-17, Wali Kota Pekalongan Minta Pelayanan Terus Ditingkatkan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.