Radio Solopos, PEKALONGAN — Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, mendorong seluruh jajaran RSUD Bendan Kota Pekalongan untuk memperkuat kekompakan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 rumah sakit tersebut.
Hal itu disampaikan Wali Kota yang akrab disapa Aaf saat menghadiri apel dan ramah tamah HUT ke-17 RSUD Bendan di Aula RSUD Bendan Kota Pekalongan, Kamis (21/5/2026).
Menurut Aaf, perjalanan RSUD Bendan selama 17 tahun menunjukkan perkembangan positif yang tidak terlepas dari kontribusi berbagai pihak sejak awal berdiri hingga sekarang.
“Alhamdulillah di hari ini RSUD Bendan sudah berusia 17 tahun. Tentunya perjalanan yang sangat panjang dengan berbagai dinamika,” ujarnya.
Ia menyebut dalam beberapa tahun terakhir RSUD Bendan terus menambah layanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, di antaranya layanan DSA, poli hemodialisa atau cuci darah, hingga rencana penambahan fasilitas CT Scan dan MRI.
“Harapannya supaya pasien tidak perlu dirujuk ke rumah sakit lain, justru rumah sakit lain yang nantinya merujuk ke RSUD Bendan,” katanya.
Tambah Fasilitas
Selain peningkatan layanan medis, Pemerintah Kota Pekalongan juga mendorong pengembangan sarana dan prasarana rumah sakit, termasuk penambahan sekitar 120 kamar rawat inap.
Aaf menjelaskan kebutuhan penambahan kamar rawat inap cukup mendesak karena kapasitas pelayanan, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kerap penuh.
“IGD kita ada 36 ruang dan hampir setiap minggu penuh. Bahkan antre kamar bisa sampai satu atau dua hari,” ujarnya.
Menurutnya, penambahan kapasitas kamar diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Pekalongan.
Perkuat Kekompakan
Dalam kesempatan tersebut, Aaf juga menekankan pentingnya kekompakan dan kerja sama antarseluruh unit di lingkungan rumah sakit.
Ia meminta seluruh jajaran menghindari budaya saling menyalahkan saat menghadapi persoalan pelayanan maupun keluhan pasien.
“Kalau ada persoalan atau komplain, selesaikan di internal. Jangan sampai justru menyampaikan ke pasien bahwa ini salah poli A, salah poli B, salah perawat, dan sebagainya,” tegasnya.
Aaf menilai komplain dalam pelayanan publik, khususnya kesehatan, merupakan hal yang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Namun, evaluasi dan perbaikan harus terus dilakukan agar pelayanan semakin baik.
Sementara itu, Direktur RSUD Bendan Kota Pekalongan, Dwi Heri Wibawa, mengatakan pihaknya berkomitmen terus meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.
“Komitmen kami adalah menjaga mutu dan keselamatan pasien,” ujarnya.
Menurut Heri, RSUD Bendan akan terus berkembang menjadi rumah sakit rujukan yang profesional, modern, humanis, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Kota Pekalongan.
