• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Crew
    • Ardi Sardjono
    • Fira Maghfirani
    • Hadiyawan Arto Buwono
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Kalangan Menengah Pilih Makan Tabungan dan Kerja Sampingan daripada Ambil Pinjaman ke Bank

Redaksi Radio Solopos by Redaksi Radio Solopos
19 February 2025
in News
0
kalangan menengah makan tabungan pinjaman bank

Pekerja kelas menengah beraktivitas di sekitar Balai Kota DKI Jakarta, beberapa waktu lalu. (Bisnis)

Radio Solopos — Masyarakat ekonomi kelas menengah lebih memilih makan tabungan (mantab) dibandingkan mengambil pinjaman berbunga atau kredit dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Perilaku ini mengacu pada hasil survei terbaru yang dilakukan Katadata Insight Center/KIC.

Direktur Riset KIC Gundy Cahyadi mengungkapkan survei KIC menemukan fakta perilaku finansial kelas menengah sebetulnya cukup positif.

Dari 70% dari total 472 responden di 10 kota besar melakukan perencanaan keuangan.

Satu dari dua responden memisahkan anggaran untuk tagihan dan keperluan harian.

Selain itu, lebih dari 40% responden mencatat pengeluarannya.

“Perilaku positif juga tercermin saat kelas menengah mengalami pengeluaran lebih besar daripada pendapatan. Mayoritas responden [76,3%] memilih untuk menggunakan tabungan alias makan tabungan untuk bertahan hidup,” kata Gundy dalam Indonesia Data and Economic Conference (IDE) Katadata 2025, seperti dikutip Radio Solopos dari Bisnis.com.

Menurutnya, hanya sebagian kecil masyarakat kelas menengah yang memilih opsi-opsi pinjaman berbunga (masing-masing kurang dari 15%).

Perilaku ini menunjukkan pengelolaan keuangan yang tergolong baik, lantaran mereka cenderung menghindari utang dan lebih mengandalkan cadangan keuangan pribadi untuk bertahan hidup.

Sementara itu, alokasi anggaran untuk tujuan jangka panjang atau perencanaan masa depan relatif masih rendah.

Pada dasarnya, perencanaan keuangan jangka panjang memang belum menjadi prioritas bagi kelas menengah.
Bahkan untuk memenuhi kebutuhan, 50% kelas menengah lebih memilih melakukan pekerjaan sampingan atau side hustle untuk menambah pendapatan.

Adapun, fenomena ‘mantab’ pada dasarnya terekam dalam data Bank Indonesia (BI) melalui simpanan masyarakat atau dana pihak ketiga (DPK) di bank yang hanya tumbuh 3,7% secara tahunan (year on year/YoY) ke level Rp8.536,9 triliun pada Desember 2024.

DPK segmen nasabah perorangan kembali mengalami kontraksi sebesar 2,8% (YoY), kian melebar dari kontraksi sebesar 2,0% pada bulan sebelumnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono mengungkapkan kelas menengah masih menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, karena lebih dari 70% konsumsi berasal dari kelas menengah.

Untuk itu, APBN berperan sebagai shock absorber dan melindungi seluruh lapisam kesejahteraan sosial, mulai dari kelompok rentan hingga kelas menengah melalui berbagai program subsidi dan kompensasi.

“Pada 2025 pemerintah mengalokasikan Rp827 triliun untuk berbagai program termasuk subsidi, insentif PPN, bantuan sosial dan kredit usaha. Sebagian besar insentif PPN difokuskan menjaga konsumsi rumah tangga,” jelas Thomas.

Bahkan mulai 2025 juga, pemerintah memberikan insentif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP) bagi pekerja di 56 industri padat karya.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Survei KIC: Kelas Menengah Pilih Makan Tabungan Ketimbang Ambil Pinjaman“

Tags: ekonomi indonesiamakan tabungankalangan menengah

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Mangkunegaran Gelar Dhaup Ageng Gusti Sura pada November
  • Pernikahan di Jogja Menurun, Kemenag Tegaskan Biaya Nikah Sesuai Ketentuan
  • Pemkot Magelang Perkuat Pengelolaan Data Kependudukan
  • Menatap Layar Terlalu Lama, Mata Bisa Lelah hingga Sakit Kepala
  • Mercure Solo Gelar Workshop Upcycling Batik dan Yoga Berkain

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.