• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

NASA Klaim bakal Bangun Reaktor Nuklir di Bulan pada 2030

Abu Nadzib by Abu Nadzib
6 August 2025
in News
0
nasa bikin reaktor nuklir di Bulan

Ilustrasi Bulan (Istimewa)

Radio Solopos – Badan antariksa Amerika Serikat, NASA dilaporkan akan membangun reaktor nuklir di Bulan pada 2030.

Langkah Amerika Serikat ini untuk mendominasi antariksa di tengah meningkatnya persaingan dari China dan Rusia.

Menurut keterangan dokumen internal yang diperoleh Politico, NASA membuka kesempatan bagi industri swasta untuk membangun reaktor 100 kilowatt yang mampu memberi daya pada misi jangka panjang di permukaan bulan.

Reaktor ini ditujukan untuk mendukung operasi berawak di masa mendatang.

“Ini tentang memenangkan perlombaan antariksa kedua,” kata seorang pejabat senior NASA kepada Politico, yang berbicara secara anonim, seperti dikutip Radio Solopos dari Antara.

Badan itu mengatakan telah memberi arahan untuk memilih pemimpin program dan memulai konsultasi industri dalam waktu 60 hari.

NASA bertekad meluncurkan reaktor tersebut pada 2030 – di saat yang sama China akan mendaratkan astronot pertamanya di Bulan.

Badan antariksa tersebut sebelumnya mendanai penelitian untuk reaktor yang lebih kecil yaitu 40 kilowatt tetapi rencana baru ini menetapkan jangka waktu yang lebih ambisius.

Dokumen tersebut juga memperingatkan negara pertama yang membangun reaktor dapat mendeklarasikan zona eksklusif di bulan, yang berpotensi membatasi akses bagi negara lain.

Namun, mengingat usulan pemotongan anggaran NASA oleh pemerintahan Trump hingga hampir seperempatnya, dari 24,8 miliar dolar AS (sekitar Rp406,3 triliun) menjadi 18,8 miliar (Rp308,2 triliun) – berita ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana proyek nuklir ini akan didanai, dan jika didanai, berapa banyak dana yang tersisa untuk ilmu antariksa yang lebih tradisional.

Tags: nasabulanreaktor nuklir

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkot Pekalongan Fasilitasi Sertifikasi Halal
  • Samsat Sukoharjo Perkuat Sinergi Layanan dan Genjot Kepatuhan, Targetkan 80% Warga Taat Pajak 
  • Wakil Wali Kota Pekalongan Ajak ASN Terapkan Gaya Hidup Hemat Energi
  • LCCM 2026 Solo Hadir dengan Sistem Baru, Tekankan Uji Mental dan Kecepatan Siswa
  • 49 CPNS Resmi Jadi PNS, Wali Kota Pekalongan: Kinerja Harus Bagus!

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.