• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Marriage is Scary, Alasan Generasi Z Enggan Menikah

Avrilia Wahyuana by Avrilia Wahyuana
19 December 2025
in Lifestyle
0
Marriage is Scary, Alasan Generasi Z Enggan Menikah

Ilustrasi pernikahan

Radio Solopos – Istilah “Marriage is Scary” kini semakin sering digunakan di kalangan anak muda. Ungkapan ini menggambarkan rasa takut dan kekhawatiran terhadap pernikahan yang dianggap penuh resiko.

Pandangan tersebut tidak muncul tanpa alasan. Banyak anak muda melihat pernikahan bukan hanya soal cinta, tetapi juga tanggung jawab besar yang harus dipikirkan matang-matang. Selain itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka perceraian di Indonesia mencapai 399.921 kasus.

Data ini membuat sebagian generasi muda merasa ragu dan khawatir akan keberhasilan pernikahan di masa depan. Melihat kondisi tersebut, Generasi Z cenderung memilih untuk menunda menikah.

Berikut faktor yang mempengaruhi generasi muda untuk menunda menikah.

Teknologi dan Media

Sosial Media sosial sering menampilkan gambaran hubungan yang tampak sempurna. Hal ini menciptakan standar tinggi yang sulit dicapai dalam kehidupan nyata. Selain itu, kemudahan bertemu orang baru melalui teknologi membuat pilihan terasa semakin luas. Akibatnya, keputusan untuk menetap dalam satu hubungan terasa membatasi.

Kesehatan Mental

Isu kesehatan mental menjadi perhatian besar bagi Gen Z. Tekanan hidup, kecemasan, dan tuntutan sosial membuat mereka lebih berhati-hati dalam menjalin komitmen serius. Banyak dari mereka memilih memperbaiki kondisi emosional terlebih dahulu. Menikah dianggap perlu kesiapan mental agar hubungan dapat berjalan sehat.

Tekanan Finansial

Anak muda sekarang kebanyakan sudah dihadapkan dengan masalah biaya hidup yang tinggi, mulai dari utang pendidikan hingga harga sewa tempat tinggal yang mahal. Kondisi ini membuat pernikahan terasa sebagai tambahan beban, bukan solusi.

Di sisi lain, membangun keluarga membutuhkan kesiapan finansial yang besar. Ketika penghasilan belum stabil, pernikahan sering dianggap berisiko secara ekonomi.

Ketidakpastian Ekonomi

Gen Z memasuki dunia kerja dengan persaingan ketat dan minimnya kepastian pekerjaan. Banyak dari mereka bekerja secara lepas atau kontrak tanpa jaminan jangka panjang. Situasi ini membuat mereka lebih fokus pada pengembangan diri dan karier. Pernikahan dikhawatirkan dapat menghambat fleksibilitas dan peluang profesional.

Perubahan Sikap Sosial

Tumbuh dengan melihat berbagai masalah keluarga dan hubungan. Gen Z juga menyaksikan banyak pernikahan yang berakhir dengan perceraian. Baca Juga Tren Terbaru Pesta Pernikahan dalam Bridestory Market Pengalaman tersebut membentuk pandangan bahwa pernikahan bukan jaminan kebahagiaan. Akibatnya, komitmen jangka panjang sering dianggap sebagai sesuatu yang berisiko.

Komitmen Pernikahan

Bagi Gen Z, komitmen tidak selalu harus diwujudkan melalui pernikahan. Mereka memandang hubungan sebagai pilihan personal, bukan kewajiban sosial. Kebahagiaan dinilai bisa dicapai tanpa ikatan hukum. Selama ada rasa saling menghargai dan berkembang bersama, pernikahan tidak dianggap mutlak.

Sumber :  Bisnis.com

Tags: gen zMarriage is Scarytips pernikahan

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • DPRD Solo Soroti Ketimpangan Kinerja hingga Infrastruktur, Desak Reformasi Menyeluruh Pemkot
  • 66% Lulusan Terserap Kerja, Politeknik Assalaam Mantap Menuju Universitas di 2027
  • Hadiri Halal Bihalal Pasbata, Gubernur Jateng Ingatkan Soal Bijak Memilih Informasi
  • Korban Meninggal dalam Tragedi Kecelakaan KA di Bekasi Bertambah Jadi Tujuh Orang
  • Rekonsiliasi Data JKN Digenjot, Keaktifan Peserta di Soloraya Masih Jadi Sorotan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.