Radio Solopos, SOLO — Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah kian menunjukkan perkembangan pesat sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Soloraya.
Peningkatan investasi dan pesatnya perkembangan sektor kuliner serta hunian menjadi indikator utama transformasi wilayah tersebut.
Camat Colomadu, Sriono Budi Santoso, menyampaikan perkembangan signifikan terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Letak strategis yang berbatasan langsung dengan Kota Solo serta akses yang dekat dengan Bandara Adi Sumarmo menjadi faktor pendorong utama tumbuhnya aktivitas ekonomi di wilayah ini.
“Dulu masih banyak lahan kosong, terutama milik BUMN, tetapi sekarang sudah berkembang pesat menjadi kawasan ekonomi dan permukiman,” ujarnya dalam Talkshow Selasar di Radio Solopos, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, sektor kuliner dan hiburan menjadi yang paling mencolok pertumbuhannya.
Sejumlah kafe, restoran, hingga tempat nongkrong baru bermunculan, terutama di sepanjang koridor Jl. Adi Sucipto hingga Jl. Adi Sumarmo yang kini semakin ramai.
Selain itu, masuknya investor turut mendorong perubahan wajah Colomadu.
Sejumlah bangunan lama direvitalisasi menjadi ruang usaha baru, sehingga memperkuat daya tarik kawasan bagi pelaku bisnis maupun masyarakat.
Harga Tanah Naik
Di sisi lain, meningkatnya aktivitas ekonomi berdampak pada kenaikan harga tanah dan maraknya pembangunan perumahan serta rumah kos.
Tingginya minat masyarakat untuk tinggal di Colomadu tidak lepas dari kondisi lingkungan yang dinilai strategis dan relatif aman dari banjir.
Namun, pesatnya pertumbuhan tersebut juga diikuti sejumlah tantangan, seperti peningkatan volume kendaraan, kerusakan infrastruktur jalan, hingga persoalan pengelolaan sampah.
Pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi dampak tersebut.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi Jalan Adi Sumarmo yang mengalami kerusakan akibat tingginya intensitas lalu lintas. Pemerintah Kabupaten Karanganyar merencanakan perbaikan jalan tersebut pada 2026 guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk mengendalikan alih fungsi lahan, termasuk menjaga keberadaan lahan pertanian agar tetap produktif di tengah pesatnya pembangunan.
Ke depan, Colomadu tidak hanya diarahkan sebagai kawasan ekonomi, tetapi juga diharapkan memiliki fasilitas publik yang memadai, seperti ruang terbuka hijau dan sarana rekreasi untuk menunjang kualitas hidup masyarakat.
Sriono berharap perkembangan yang terjadi dapat berjalan seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan kenyamanan lingkungan.
“Pembangunan harus tetap terarah agar manfaatnya bisa dirasakan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Dengan pertumbuhan yang terus meningkat, Colomadu diproyeksikan menjadi salah satu kawasan penyangga Kabupaten Karanganyar yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga mampu menjaga kualitas tata ruang dan kehidupan warganya.
