• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Ahli Virus Tonang Dwi Ardyanto: Layanan Kesehatan Era KLB Harus Bergerak dari Hulu ke Hilir

Resna Salsabila

Abu Nadzib by Abu Nadzib
7 April 2026
in News
0
Ahli Virus Tonang Dwi Ardyanto: Layanan Kesehatan Era KLB Harus Bergerak dari Hulu ke Hilir

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Tonang Dwi Ardyanto (kanan), berbincang dengan penyiar Noer Atmaja (kiri) dalam talkshow Selasar di Radio Solopos, Kamis (2/4/2026).

Radio Solopos, SOLO — Layanan kesehatan di era kejadian luar biasa (KLB) dituntut tidak hanya berfokus pada penanganan pasien di fasilitas kesehatan, tetapi juga harus mampu menjangkau tahap pencegahan, deteksi dini, hingga pengendalian informasi di masyarakat.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Tonang Dwi Ardyanto, mengatakan pengalaman pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting bahwa sistem kesehatan perlu bergerak secara komprehensif dari hulu ke hilir.

Menurutnya, pendekatan layanan kesehatan berbasis imunologi klinik berperan penting dalam memahami respons tubuh terhadap penyakit, mulai dari fase sebelum sakit, saat sakit, hingga setelah sembuh.

“Ke depan, kita tidak hanya fokus pada pasien saat sakit, tetapi bagaimana mendeteksi lebih awal di masyarakat dan memantau setelah sembuh agar sistem imun tetap terjaga,” ujar Tonang dalam talkshow Selasar di Radio Solopos, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, imunologi klinik merupakan cabang dari patologi klinik yang mempelajari sistem kekebalan tubuh.

Peran laboratorium dalam bidang ini sangat penting untuk mendukung diagnosis, deteksi dini, hingga evaluasi kondisi pasien secara berkelanjutan.

Dalam konteks KLB, Tonang menekankan pentingnya pendekatan preventif melalui vaksinasi sebagai upaya meniru mekanisme alami tubuh dalam membentuk antibodi tanpa harus mengalami sakit terlebih dahulu.

Selain penanganan medis, ia menyoroti aspek krusial lain yang kerap luput, yakni komunikasi risiko kepada masyarakat.

Picu Kepanikan

Menurutnya, kegagalan komunikasi risiko dapat memicu kepanikan maupun kesalahpahaman informasi selama wabah.

“Komunikasi risiko itu membuat masyarakat paham, tetapi tidak panik. Membuat masyarakat waspada, tetapi tidak bertindak berlebihan,” jelas Tonang.

Ia menambahkan, pandemi Covid-19 juga memunculkan fenomena infodemi atau banjir informasi yang tidak seluruhnya benar. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam layanan kesehatan karena tenaga medis tidak hanya menangani penyakit, tetapi juga harus mengelola arus informasi yang beredar di masyarakat.

“Selain menangani kasus kesehatan, kita juga harus memastikan informasi yang beredar itu sehat dan tidak menyesatkan,” katanya.

Tonang juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan diagnosis dan pengobatan sendiri berdasarkan informasi dari internet atau kecerdasan buatan (AI).

Informasi digital seharusnya hanya digunakan sebagai pengetahuan awal, bukan sebagai dasar tindakan medis.

“Komunikasi di media sosial sebaiknya hanya sebatas informasi ilmiah, bukan konsultasi penyakit. Diagnosis dan terapi tetap harus melalui pelayanan kedokteran,” tegasnya.

Guru besar Ilmu Kedokteran UNS, Tonang Dwi Ardyanto (tengah) berfoto bersama Manajer Radio Solopos Abu Nadzib (kanan) dan penyiar Noer Atmaja di Studio Radio Solopos, Kamis (2/4/2026). (Radio Solopos)

Dalam perkembangan terbaru, ia menyoroti meningkatnya kembali kasus campak sejak 2025 yang kini menjadi perhatian global.

Bahkan, sejumlah negara yang sebelumnya dinyatakan bebas campak mulai mencabut status tersebut akibat munculnya kembali kasus.

Di Indonesia, pemerintah telah melakukan upaya penanganan melalui program vaksinasi massal guna meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap penyakit tersebut.

Penularan Tinggi

Tonang menjelaskan, campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi dan berisiko menurunkan sistem imun tubuh secara signifikan, sehingga dapat memicu kerentanan terhadap penyakit lain.

“Ketika seseorang terkena campak, sistem imunnya bisa terganggu, bahkan antibodi terhadap penyakit lain bisa menurun. Ini yang menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, saat ini terdapat tiga kelompok yang disarankan untuk mendapatkan vaksinasi campak tambahan, yakni orang dewasa yang tidak memiliki antibodi, tenaga kesehatan, serta individu yang akan bepergian ke wilayah dengan kasus tinggi.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa vaksinasi tetap menjadi langkah pencegahan paling efektif, meskipun pengembangannya membutuhkan biaya besar.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau memprioritaskan vaksinasi dasar yang telah disediakan pemerintah, terutama bagi anak-anak.

Dengan pengalaman pandemi sebagai pembelajaran, penguatan layanan kesehatan yang menyeluruh serta komunikasi risiko yang tepat diharapkan mampu membuat sistem kesehatan lebih adaptif, sekaligus membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi KLB di masa mendatang.

Tags: layanan kesehatanKLBimunologi klinikProf Tonang Dwi Ardyanto

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • HUT ke-120, Pemkot Pekalongan Gelar Perayaan Sederhana dengan Kegiatan Sosial
  • Studi Tiru Dekranasda Badung Perkuat Sinergi Pengembangan Batik Pekalongan
  • Sumanto Canangkan Program Jaga Kali Merawat Bumi, Tanam Pohon Penyimpan Air di Sekitar Sungai
  • Ketua DPRD Jateng Sumanto Berharap Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Rekomendasi Konkret dan Terukur
  • Wakil Wali Kota Solo Sosialisasikan Pembatasan Plastik Sekali Pakai di NEO Solo Grand Mall

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.