Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Selasar UMKM: Ladzata Kembangkan Kue Bebas Gluten dari Dapur Rumahan

Mazaya Zahrah

Redaksi Radio Solopos by Redaksi Radio Solopos
29 May 2026
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Selasar UMKM: Ladzata Kembangkan Kue Bebas Gluten dari Dapur Rumahan

Owner Ladzata, Hayu Diyah Setyaningrum (kiri), membagikan kisah bisnis kuliner dengan bahan baku yang sehat dalam talkshow Selasar UMKM di Radio Solopos, Rabu (20/5/2026).

Radio Solopos, SOLO — Pelaku UMKM kuliner Ladzata, Hayu Diyah Setyaningrum, mengembangkan usaha kue sehat berbahan pengganti terigu dari dapur rumahan di Kadipiro, Surakarta.

Berawal dari usaha yang dijalankan secara otodidak sejak masa pandemi.

Ladzata kini dikenal lewat produk bebas gluten, snack box, dan aneka kue yang kerap dipesan untuk kebutuhan harian hingga acara besar.

Hayu mengatakan permintaan terhadap makanan sehat terus meningkat karena konsumen kini semakin memperhatikan komposisi bahan, bukan hanya rasa dan tampilan.

Baca Juga

Mobilitas Kereta di Solo Meningkat, Aktivitas Penumpang Tembus 2,53 Juta

Mobilitas Kereta di Solo Meningkat, Aktivitas Penumpang Tembus 2,53 Juta

15 October 2026
Pariwisata Karanganyar : Strategi Baru Disiapkan untuk Dongkrak Kunjungan Wisatawan

Pariwisata Karanganyar : Strategi Baru Disiapkan untuk Dongkrak Kunjungan Wisatawan

14 October 2026
Semarang Keruk 38 Sungai dan Saluran untuk Antisipasi Banjir

Semarang Keruk 38 Sungai dan Saluran untuk Antisipasi Banjir

14 October 2026
Hotel Zigna Kampung Batik Rayakan Enam Tahun dengan Family Gathering

Hotel Zigna Kampung Batik Rayakan Enam Tahun dengan Family Gathering

13 October 2026

Menurutnya, kue sehat tidak lagi dianggap sekadar tren, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

“Untuk kue-kue sehat itu memang pada awalnya menghilangkan si gluten itu ya. Karena gluten itu ada di tepung terigu. Penggantinya dengan tepung beras bisa, tepung ketan bisa, tepung almond, ada tepung mokaf sekarang, atau bahan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Atau kalau mau yang natural itu bisa langsung dari singkongnya,” jelas Hayu dalam talkshow selasar UMKM di Radio Solopos, Rabu (20/5/2026).

Ia menambahkan, sejumlah konsumennya memiliki kebutuhan khusus, termasuk riwayat diabetes, sehingga bahan baku harus dipilih secara cermat.

Untuk kebutuhan tertentu, ia juga menggunakan pengganti gula seperti stevia, eritritol, dan diabetasol.

Karena itu, Ladzata menerapkan konsultasi langsung dengan konsumen sebelum produksi agar hasil akhir sesuai dengan kebutuhan dan pantangan masing-masing pembeli.

Produk kue bebas gluten buatan Ladzata Snack & Bakery. Berawal dari dapur rumahan, usaha ini terus berkembang dengan menghadirkan pilihan jajanan sehat yang dikemas secara higienis dan modern.

Hayu menuturkan, usahanya tidak dimulai dari latar belakang kuliner. Sebelum menekuni bisnis kue, ia pernah menjalankan usaha salon.

Saat pandemi, ia dan suaminya sempat berjualan telur keliling sebelum akhirnya mencoba membuat kue dari stok telur yang tersedia.

Dari percobaan sederhana itu, ia mulai membeli buku resep, lalu mencoba membuat bread pudding sebagai produk pertama karena dianggap paling aman untuk uji coba.

Produk tersebut kemudian diunggah ke media sosial dan mendapat respons positif dari konsumen.

Jadi Produsen

Seiring waktu, Ladzata berkembang menjadi produsen berbagai jenis kue, di antaranya marmer cake, brownies, chiffon cake, pastel, sus buah, dan kue kering.

Dari sejumlah produk itu, pastel dan sus buah menjadi menu yang paling sering dipesan.

Hayu mengaku seluruh proses produksi dipelajari secara mandiri. Ia mengatakan kerap mengandalkan masukan konsumen, percobaan berulang, dan referensi dari video tutorial untuk menyempurnakan rasa serta tekstur produk.

Dalam praktiknya, Ladzata juga menerima pesanan mendadak dalam jumlah besar.

Hayu menyebut pernah mengerjakan pesanan 2.000 sus buah pada masa awal usaha, serta pesanan puluhan hingga ratusan potong kue dalam waktu singkat.

Untuk menjaga kepercayaan pelanggan, ia berupaya menyesuaikan kapasitas produksi dengan jadwal pemesanan.

Ia menegaskan bahwa ketepatan waktu dan keterbukaan kepada konsumen menjadi prinsip utama dalam menjalankan usaha.

Di tengah kenaikan harga bahan baku dan kemasan, Hayu mengatakan tetap berusaha menjaga harga produk agar tetap terjangkau.

Marmer cake reguler dijual mulai Rp30.000, sedangkan varian full butter ukuran 16 dapat mencapai Rp80.000.

Adapun snack box dibanderol mulai Rp10.000 agar komposisi isinya tetap layak dan menarik.

Saat ini, pesanan Ladzata dapat dilakukan melalui Instagram @ladzata.id dan WhatsApp 0856-4313-7020.

Dapur produksi sementara berada di Jalan Kalingga Utara, Jetis RT 04/RW 05, Kadipiro, Surakarta.

Tags: kuekuliner soloSelasar UMKMUMKM Sololadzata

Related Posts

Tak Hanya Pernikahan, Harmoni WO & Catering Perluas Layanan ke Berbagai Segmen

Tak Hanya Pernikahan, Harmoni WO & Catering Perluas Layanan ke Berbagai Segmen

by Redaksi Radio Solopos
12 August 2026
0

Radio Solopos, SOLO – Harmoni WO & Catering mengembangkan layanan pengelolaan acara dan katering untuk memenuhi kebutuhan masyarakat....

Nasi Kebuli Den Ayu Andalkan Rempah Nusantara untuk Perluas Pasar Kuliner Solo

Nasi Kebuli Den Ayu Andalkan Rempah Nusantara untuk Perluas Pasar Kuliner Solo

by Redaksi Radio Solopos
12 August 2026
0

Radio Solopos, SOLO – Nasi Kebuli Den Ayu mengandalkan perpaduan rempah Nusantara dan cita rasa khas Timur Tengah...

Dari Kostum Anak, Ndalem AW Berkembang Jadi Brand Busana Pageant

Dari Kostum Anak, Ndalem AW Berkembang Jadi Brand Busana Pageant

by Redaksi Radio Solopos
11 August 2026
0

Radio Solopos, SOLO - Kebutuhan kostum untuk kompetisi modeling sang anak menjadi cikal bakal berdirinya brand busana pageant,...

UMKM Tembus Pasar Ekspor Lewat Jalur Legal, Ivan Dorong Pelaku Usaha Lengkapi Legalitas

UMKM Tembus Pasar Ekspor Lewat Jalur Legal, Ivan Dorong Pelaku Usaha Lengkapi Legalitas

by Redaksi Radio Solopos
11 August 2026
0

Radio Solopos, SOLO – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) didorong mulai memanfaatkan jalur ekspor-impor legal. Dengan...

Cireng Endud Andalkan Kualitas Produk untuk Mulai Kembangkan Pasar di Solo

Cireng Endud Andalkan Kualitas Produk untuk Mulai Kembangkan Pasar di Solo

by Redaksi Radio Solopos
6 August 2026
0

Radio Solopos, SOLO – UMKM kuliner Cireng Endud mengandalkan kualitas produk sebagai strategi utama memperluas pasar di Kota...

Kupis Cookies Hadirkan Nilai Baru dari Limbah Kulit Pisang

Kupis Cookies Hadirkan Nilai Baru dari Limbah Kulit Pisang

by Redaksi Radio Solopos
6 August 2026
0

Radio Solopos, SOLO - Limbah kulit pisang yang selama ini hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak kini disulap menjadi...

VaniLa’s Kitchen Kembangkan Usaha Kuliner dari Hobi Masak

VaniLa’s Kitchen Kembangkan Usaha Kuliner dari Hobi Masak

by Redaksi Radio Solopos
31 July 2026
0

Radio Solopos, SOLO – VaniLa's Kitchen membuktikan hobi memasak dapat berkembang menjadi usaha kuliner yang bertahan hingga satu...

Filcof Coffee Dorong UMKM Kelola Keuangan Digital Lewat Kolaborasi dengan Bank Raya

Filcof Coffee Dorong UMKM Kelola Keuangan Digital Lewat Kolaborasi dengan Bank Raya

by Redaksi Radio Solopos
29 July 2026
0

Radio Solopos, SOLO – Filcof Coffee mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan layanan keuangan digital...

Inovasi dan Kualitas : Pukis Badran Bertahan hingga 9 Tahun

Inovasi dan Kualitas : Pukis Badran Bertahan hingga 9 Tahun

by Redaksi Radio Solopos
20 July 2026
0

Radio Solopos, SOLO — Berawal dari usaha rumahan pada 2017, Pukis Badran kini berkembang menjadi salah satu oleh-oleh...

Selasar UMKM: Olahan Ubi Ungu Ala Korea Viral di Solo, Penjualan Kauki Tembus Ratusan Order

Selasar UMKM: Olahan Ubi Ungu Ala Korea Viral di Solo, Penjualan Kauki Tembus Ratusan Order

by Redaksi Radio Solopos
17 July 2026
0

Radio Solopos, SOLO – Olahan ubi ungu ala Korea yang dipasarkan UMKM Kauki menarik perhatian masyarakat Solo. Produk...

Load More

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Earphone Kabel Kembali Tren di Kalangan Gen Z, Ini 5 Alasannya
  • Mobilitas Kereta di Solo Meningkat, Aktivitas Penumpang Tembus 2,53 Juta
  • Pariwisata Karanganyar : Strategi Baru Disiapkan untuk Dongkrak Kunjungan Wisatawan
  • Semarang Keruk 38 Sungai dan Saluran untuk Antisipasi Banjir
  • Makeup saat Olahraga Boleh, Pemilihan Produk Tetap Penting
Radio Solopos FM

© 2025 Radio Solopos.

Navigate Site

  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2025 Radio Solopos.