Radio Solopos, SURAKARTA — Aktivitas naik dan turun penumpang kereta api jarak jauh dan lokal di Stasiun Solo Balapan mencapai 2,53 juta sepanjang Januari hingga September 2026. Jumlah tersebut meningkat 11,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 2,27 juta aktivitas.
Diberitakan ANTARA, Selasa (13/10/2026), peningkatan mobilitas tersebut terjadi seiring beragamnya kegiatan masyarakat di kota-kota kreatif yang masuk dalam jaringan UNESCO Creative Cities Network. Selain Surakarta, kota yang termasuk dalam kelompok tersebut adalah Bandung, Pekalongan, dan Malang.
Secara keseluruhan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat 7.855.198 aktivitas naik dan turun penumpang di stasiun Bandung, Pekalongan, Solo Balapan, dan Malang selama sembilan bulan pertama 2026. Angka itu meningkat 8,85 persen dibandingkan 7.216.612 aktivitas pada periode yang sama 2025.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan mobilitas masyarakat menuju kota-kota tersebut berkaitan dengan berbagai kebutuhan, mulai dari pekerjaan, pendidikan, perdagangan, kegiatan budaya, hingga pariwisata.
Surakarta sendiri masuk UNESCO Creative Cities Network pada 2023 dalam bidang Crafts and Folk Art atau kerajinan dan seni rakyat. Kota ini memiliki beragam kegiatan kreatif yang berkaitan dengan batik, kriya, tari, karawitan, wayang, serta pertunjukan budaya.
Selain kereta api jarak jauh dan lokal, mobilitas masyarakat Solo Raya juga didukung layanan Commuter Line pada jalur Yogyakarta–Palur. Sepanjang Januari–September 2026, layanan tersebut mencatat sekitar 7,16 juta pelanggan, naik 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, Stasiun Bandung mencatat 2,60 juta aktivitas penumpang, Stasiun Pekalongan sebanyak 1,05 juta aktivitas, dan Stasiun Malang sekitar 1,66 juta aktivitas selama Januari–September 2026.
Anne menjelaskan, data aktivitas penumpang tersebut mencakup berbagai tujuan perjalanan sehingga tidak seluruhnya dapat dikategorikan sebagai perjalanan wisata. Meski demikian, angka itu menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat menuju kota-kota dengan kegiatan ekonomi, budaya, pendidikan, dan pariwisata yang beragam.














