Radio Solopos, PEKALONGAN — Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, mengajak pasangan suami istri, khususnya pasangan baru, menjaga keharmonisan rumah tangga dan membangun keluarga berkualitas.
Ajakan itu disampaikan usai membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) BP4 kecamatan se-Kota Pekalongan di Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Timur, Selasa (21/4/2026).
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua BP4 Kota Pekalongan, Balgis menegaskan pentingnya kesiapan pasangan dalam membangun rumah tangga, termasuk dari sisi usia sesuai ketentuan perundang-undangan. Menurutnya, pernikahan di usia belum matang berisiko meningkatkan perceraian.
“Di bulan Syawal ini banyak masyarakat melangsungkan pernikahan. Kami berharap pasangan yang menikah benar-benar memenuhi aturan, terutama dari sisi usia,” ujarnya.
Ia berharap pasangan yang telah menikah mampu membangun keluarga harmonis dan penuh keberkahan.
“Kami berpesan kepada keluarga yang akan maupun sudah menikah agar menjadi keluarga maslahah, sakinah, mawaddah, warahmah, serta dikaruniai keturunan yang saleh dan salehah,” imbuhnya.
Angka Pernikahan Meningkat di Bulan Syawal
Balgis mengakui fenomena perceraian mengalami peningkatan, tidak hanya di Kota Pekalongan, tetapi juga di berbagai daerah. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah perkembangan digitalisasi yang membawa dinamika baru dalam rumah tangga.
Menyikapi hal itu, BP4 Kota Pekalongan bersama jajaran kecamatan mengintensifkan edukasi, motivasi, serta pendampingan bagi pasangan suami istri agar keutuhan rumah tangga tetap terjaga.
“Jika pernikahan masih bisa dipertahankan, maka sebaiknya dipertahankan. Namun jika harus berakhir, diharapkan diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kota Pekalongan, Mohamad Arifudin, menyebut angka pernikahan selama bulan Syawal cukup tinggi.
“Berdasarkan data, tercatat 81 pasangan menikah pada periode 1–17 April 2026. Sementara pada Maret 2026 mencapai 132 pasangan. Pada Maret 2025 tercatat 163 pasangan dan April 2025 sebanyak 114 pasangan,” terang Arif saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, tingginya angka pernikahan di bulan Syawal dipengaruhi anggapan masyarakat bahwa bulan tersebut membawa berkah untuk memulai rumah tangga.
“Dengan meningkatnya jumlah pernikahan, Pemkot Pekalongan melalui BP4 dan Kementerian Agama terus bersinergi memberikan edukasi kepada calon pengantin dan pasangan suami istri,” tukasnya. (NA)
