Radio Solopos, SOLO — Pelaku usaha kuliner di Kota Solo terus dituntut menjaga konsistensi rasa dan kualitas makanan di tengah ketatnya persaingan bisnis katering dan nasi box.
Owner Ellia Kitchen, Lenny Ellia, mengatakan konsistensi cita rasa menjadi kunci utama agar pelanggan tetap bertahan dan kembali memesan.
“Kami lebih mengutamakan rasa dan kualitas bumbu. Kalau hanya mengandalkan bumbu instan, rasanya beda,” ujarnya dalam Talkshow Selasar UMKM di Radio Solopos, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan seluruh menu di Ellia Kitchen menggunakan racikan bumbu rempah secara langsung, mulai dari bawang merah, bawang putih, jahe, serai, hingga berbagai rempah lain agar rasa masakan lebih kuat dan khas.
Menurut Ellia, penggunaan teknologi memasak seperti blender atau chopper tetap diperbolehkan untuk membantu proses produksi. Namun, kualitas rasa tetap menjadi prioritas utama.
“Yang penting rasanya tetap konsisten dan bumbunya tidak pelit,” katanya.
Menu Favorit
Dalam menjalankan usaha katering dan nasi box, Ellia Kitchen terus melakukan inovasi menu sesuai selera pelanggan.
Salah satu menu yang belakangan banyak diminati pelanggan adalah Liwetan Sunda yang berisi nasi rempah, ayam goreng atau ayam bakar, telur asin, cumi asin, oseng daun pepaya, sambal, dan kerupuk.
“Awalnya kami coba-coba, ternyata banyak yang suka dan banyak request,” ujarnya.
Harga paket Liwetan Sunda dibanderol mulai di atas Rp20.000 per porsi tergantung isi menu.
Selain itu, menu nasi kebuli juga menjadi salah satu andalan Ellia Kitchen. Bahkan, pesanan nasi kebuli dalam bentuk nampan berisi lima hingga 10 porsi disebut cukup banyak diminati pelanggan.
Menurut Ellia, proses pembuatan nasi kebuli membutuhkan trial and error agar rasa rempah Timur Tengah tetap autentik dan sesuai selera pelanggan.
“Kami mencoba berkali-kali sampai rasa rempahnya benar-benar pas,” katanya.

Jaga Konsistensi
Meski bisnis kuliner terus berkembang, Ellia mengaku tantangan terbesar bukan pada menu, melainkan pesanan mendadak dalam jumlah besar yang membutuhkan tenaga dan persiapan ekstra.
Ia mencontohkan proses penataan ratusan nasi box bisa memakan waktu hingga beberapa jam sehingga pengaturan waktu memasak menjadi sangat penting agar kualitas makanan tetap terjaga.
Beberapa menu sayuran seperti pakcoy juga membutuhkan perhatian khusus karena mudah basi jika dimasak terlalu awal.
Selain menjaga kualitas makanan, Ellia menilai pelaku UMKM juga harus memiliki mental pantang menyerah dalam menjalankan usaha.
“Namanya usaha pasti naik turun. Yang penting jangan menyerah,” ujarnya.
Saat ini Ellia Kitchen juga aktif mengikuti komunitas UMKM dan komunitas kuliner lokal di bawah Kadin untuk memperluas jaringan dan mengembangkan usaha.
Pemesanan nasi box di Ellia Kitchen dapat dilakukan minimal 20 porsi melalui WhatsApp dan melayani pengantaran menggunakan jasa ojek online.
Melalui konsistensi rasa dan inovasi menu tersebut, Ellia Kitchen berharap dapat terus berkembang sekaligus menjadi salah satu pilihan kuliner rumahan bagi masyarakat Solo dan sekitarnya.
