Radio Solopos, SOLO – Pelaku UMKM batik asal Solo, Batik Vilya – SOLEC, terus berupaya menghadirkan inovasi batik yang relevan dengan generasi muda melalui desain batik tulis yang bersifat kontemporer dan dengan pendekatan fashion yang fleksibel.
Pemilik Batik Vilya – SOLEC, Novilia Susianawati, mengungkapkan bahwa usaha yang dirintis sejak 2016 tersebut berakar dari hobi menggambar serta latar belakang keluarga yang telah lama terlibat dalam dunia batik dan perdagangan.
“Ketika saya memutuskan memulai bisnis, ternyata tidak bisa terlepas dari hobi. Saya juga lahir dan besar di lingkungan yang berbasis seni dan perdagangan, sehingga akhirnya memberanikan diri terjun ke dunia usaha,” jelasnya dalam talkshow Selasar UMKM Radio Solopos, Rabu (17/6/26).
Novilia menjelaskan, keputusannya memilih bidang batik didorong oleh pengalaman sejak kecil yang akrab dengan proses produksi, pemasaran, hingga desain batik.
Industri fashion
Selain itu, dia menilai industri fashion memiliki peluang yang luas karena dapat berkolaborasi dengan berbagai sektor dan mengikuti perkembangan tren.
Menurutnya, tantangan paling besar saat memulai usaha adalah mengubah pandangan bahwa batik identik dengan generasi tua.
Dari pengamatannya di berbagai pusat perdagangan batik di Solo, mayoritas produk yang beredar masih didominasi warna-warna gelap dan desain yang kurang menarik bagi anak muda.
“Banyak mahasiswa yang merasa batik itu identik dengan orang tua. Dari situ saya berpikir harus membuat sesuatu yang baru agar batik lebih diterima generasi muda,” katanya.
Penggunaan batik
Dalam mengembangkan usahanya, Novilia mengaku memanfaatkan pengalaman organisasi dan kemampuan public speaking yang dimiliki.
Kemampuan tersebut dinilai membantunya dalam membangun jaringan, memasarkan produk, hingga memenangkan sejumlah proyek pengadaan seragam batik.
Ia menilai edukasi kepada konsumen menjadi bagian penting dalam bisnis batik.
Karena itu, setiap pelanggan yang datang akan mendapatkan konsultasi terlebih dahulu mengenai motif, fungsi pakaian, hingga kesesuaian penggunaannya dalam berbagai acara.
“Pembeli harus diberikan pengetahuan tentang makna motif yang digunakan agar tidak salah dalam pemakaiannya. Jadi tidak sekadar membeli, tetapi juga memahami filosofi dan etika penggunaan batik,” jelasnya.
Mix and match
Batik Vilya – SOLEC juga menawarkan konsep mix and match bagi generasi muda melalui kombinasi batik dengan berbagai jenis bahan dan model pakaian modern seperti outer, rok, maupun busana pasangan dengan desain eksklusif.
Ke depan, Novilia memiliki rencana untuk menyelenggarakan workshop mengenai pemahaman motif dan desain batik untuk meningkatkan pemahaman budaya di kalangan generasi Z.
Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar kreativitas dalam berbusana tetap menghormati pakem dan filosofi batik.
Batik tulis kontemporer
Saat ini, Batik Vilya Solo Indonesia mengunggulkan produk batik tulis kontemporer yang dibuat secara eksklusif.
Novilia menegaskan motif tersebut memiliki tingkat kerumitan tinggi sehingga sulit ditiru dan menjadi ciri khas utama produknya.
“Motif unggulan kami adalah batik tulis kontemporer. Proses pembuatannya rumit dan tidak mudah ditiru, sehingga menjadi keunggulan tersendiri bagi Batik Vilya.” pungkasnya.
