• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Selasar UMKM: Berawal dari Sapu dan Lap, Rencang Resik Kini Layani Konsumen Solo hingga Yogyakarta

Aulia Anindyanari Lathifah

Abu Nadzib by Abu Nadzib
6 July 2026
in News
0
Selasar UMKM: Berawal dari Sapu dan Lap, Rencang Resik Kini Layani Konsumen Solo hingga Yogyakarta

Yuli Asih Setiati (kiri), membahas usaha Rencang Resik dalam Talkshow Selasar UMKM Radio Solopos, Jumat (3/7/2026). (Radio Solopos).

Radio Solopos, SOLO – Berawal dari jasa membersihkan kamar kos dengan peralatan sederhana seperti sapu dan lap, Rencang Resik kini berkembang menjadi penyedia layanan kebersihan.

Layanan ini melayani permintaan mulai dari membersihkan rumah, kafe, tempat usaha, hingga renovasi ringan di daerah Solo hingga Yogyakarta.

Owner Rencang Resik, Yuli Asih Setiati, mengatakan usaha tersebut mulai dirintis pada saat dirinya masih menempuh pendidikan sarjana di tahun 2016.

Berbekal peralatan kebersihan yang dimiliki di rumah, ia mulai menawarkan jasa membersihkan kamar kos mahasiswa di sekitar kampus.

“Awal buka tidak pakai modal. Sapu dari rumah, lap dari rumah semua saya bawa. Modal berikutnya dikumpulkan dari hasil pekerjaan itu,” ujar Yuli dalam Talkshow Selasar UMKM, Radio Solopos Jumat, (3/7/2026).

Usaha ini awalnya bahkan bermula dari ide dari teman-teman tentang dirinya yang memiliki hobi bersih-bersih.

Teman-teman Yuli menyayangkan jika hobinya tersebut tidak diubah menjadi ladang usaha.

Walau demikian awal dari usaha ini juga tidak luput dari tentangan dan pandangan remeh dari lingkungan sekitar Yuli sendiri.

Terutama pandangan terkait masa depan yang belum terlihat menjanjikan dan gelar sarjana yang seolah sia-sia.

Namun semua pandangan dan pemikiran negatif dari lingkungan sekitar Yuli tidak menjadikannya menyerah dari memperjuangkan Rencang Resik.

Titik Balik

Yuli mengungkapkan pandemi COVID-19 menjadi salah satu titik balik dalam perkembangan usahanya.

Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kebersihan membuat permintaan jasa Rencang Resik meningkat.

Saat itu, usaha yang dirintisnya mampu merekrut hingga 15 tenaga kerja dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Apalagi setelah adanya usaha Gojek yang membuat masyarakat semakin bisa menerima konsep jasa cleaning service.

Dari yang semula berawal hanya melayani pembersihan kamar kos, Rencang Resik kini telah menyediakan berbagai layanan, seperti pembersihan rumah, sofa, plafon, pengecatan, hingga renovasi ringan.

Layanan yang ada saat ini juga sudah menjangkau sejumlah daerah di luar wilayah Solo, seperti Yogyakarta dan Klaten.

Harapan Rencang Resik

Selain mengembangkan layanan kebersihan, Yuli juga mulai bergerak dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Pergerakan ini dilakukan melalui pemanfaatan minyak bekas dan penyaluran pakaian bekas agar memiliki tambahan nilai manfaat bagi masyarakat.

Ia berharap Rencang Resik dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi lingkungan, terutama daerah Solo.

Di akhir wawancara, Yuli membagikan pesan kepada mereka yang ingin memulai usaha dari awal seperti dirinya.

Menurut Yuli, keberanian untuk memulai merupakan langkah terpenting dalam membangun bisnis.

“Jangan memikirkan modal, kalau hanya memikirkan modal tidak akan dimulai-dimulai. Percaya dengan apa yang dipunya dan tidak apa-apa walau prosesnya lama. Percaya dengan diri sendiri dan konsisten,” tutup Yuli.

Tags: Selasar UMKMRencang ResikYuli Asih SetiatiCleaning Service

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Selasar UMKM: Berawal dari Sapu dan Lap, Rencang Resik Kini Layani Konsumen Solo hingga Yogyakarta
  • Ketua DPRD Jateng Ingatkan Pohon Program Jogo Kali Tak Diambil untuk Bonsai, Ini Alasannya
  • Balgis Diab: Peran Ayah Sangat Penting dalam Pencegahan Stunting
  • Selasar UMKM: Nasrafa Antar Kain Lukis Solo ke Pasar Ekspor
  • Puri Grafika Ingin UMKM Jadi Mitra Magang Sekolah

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.