Radio Solopos, SOLO – Berawal dari jasa membersihkan kamar kos dengan peralatan sederhana seperti sapu dan lap, Rencang Resik kini berkembang menjadi penyedia layanan kebersihan.
Layanan ini melayani permintaan mulai dari membersihkan rumah, kafe, tempat usaha, hingga renovasi ringan di daerah Solo hingga Yogyakarta.
Owner Rencang Resik, Yuli Asih Setiati, mengatakan usaha tersebut mulai dirintis pada saat dirinya masih menempuh pendidikan sarjana di tahun 2016.
Berbekal peralatan kebersihan yang dimiliki di rumah, ia mulai menawarkan jasa membersihkan kamar kos mahasiswa di sekitar kampus.
“Awal buka tidak pakai modal. Sapu dari rumah, lap dari rumah semua saya bawa. Modal berikutnya dikumpulkan dari hasil pekerjaan itu,” ujar Yuli dalam Talkshow Selasar UMKM, Radio Solopos Jumat, (3/7/2026).
Usaha ini awalnya bahkan bermula dari ide dari teman-teman tentang dirinya yang memiliki hobi bersih-bersih.
Teman-teman Yuli menyayangkan jika hobinya tersebut tidak diubah menjadi ladang usaha.
Walau demikian awal dari usaha ini juga tidak luput dari tentangan dan pandangan remeh dari lingkungan sekitar Yuli sendiri.
Terutama pandangan terkait masa depan yang belum terlihat menjanjikan dan gelar sarjana yang seolah sia-sia.
Namun semua pandangan dan pemikiran negatif dari lingkungan sekitar Yuli tidak menjadikannya menyerah dari memperjuangkan Rencang Resik.
Titik Balik
Yuli mengungkapkan pandemi COVID-19 menjadi salah satu titik balik dalam perkembangan usahanya.
Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kebersihan membuat permintaan jasa Rencang Resik meningkat.
Saat itu, usaha yang dirintisnya mampu merekrut hingga 15 tenaga kerja dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Apalagi setelah adanya usaha Gojek yang membuat masyarakat semakin bisa menerima konsep jasa cleaning service.
Dari yang semula berawal hanya melayani pembersihan kamar kos, Rencang Resik kini telah menyediakan berbagai layanan, seperti pembersihan rumah, sofa, plafon, pengecatan, hingga renovasi ringan.
Layanan yang ada saat ini juga sudah menjangkau sejumlah daerah di luar wilayah Solo, seperti Yogyakarta dan Klaten.
Harapan Rencang Resik
Selain mengembangkan layanan kebersihan, Yuli juga mulai bergerak dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Pergerakan ini dilakukan melalui pemanfaatan minyak bekas dan penyaluran pakaian bekas agar memiliki tambahan nilai manfaat bagi masyarakat.
Ia berharap Rencang Resik dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi lingkungan, terutama daerah Solo.
Di akhir wawancara, Yuli membagikan pesan kepada mereka yang ingin memulai usaha dari awal seperti dirinya.
Menurut Yuli, keberanian untuk memulai merupakan langkah terpenting dalam membangun bisnis.
“Jangan memikirkan modal, kalau hanya memikirkan modal tidak akan dimulai-dimulai. Percaya dengan apa yang dipunya dan tidak apa-apa walau prosesnya lama. Percaya dengan diri sendiri dan konsisten,” tutup Yuli.
