Radio Solopos, SOLO – Pawon Mbah Noer menghadirkan konsep rumah bernuansa tempo dulu yang dipadukan dengan sajian masakan tradisional sebagai daya tarik bagi pengunjung di Kota Solo.
Restoran yang baru beroperasi sejak 21 Juni 2026 tersebut memanfaatkan suasana rumah Jawa tradisional.
Berlokasi di Jalan Mangkuyudan, Purwosari, kecamatan Laweyan, kota Surakarta.
Rumah tersebut dilengkapi dengan berbagai ornamen asli peninggalan pemilik rumah.
Rumah tersebut sebelumnya dipergunakan sebagai tempat-tempat pertemuan warga.
Owner Pawon Mbah Noer, Agnes Adhista, mengatakan konsep tersebut dipilih untuk menghadirkan pengalaman bersantap yang berbeda.
Sekaligus menjadi ajang pengenal kuliner tradisional kepada masyarakat dan wisatawan.
Menurut Agnes, bangunan yang kini digunakan sebagai rumah makan merupakan rumah milik Mbah Noer.
Rumah tersebut dipertahankan sebagian besar bentuk bangunan dan ornamen aslinya meski telah diberi sentuhan renovasi ringan.
“Kami ingin Pawon Mbah Noer menjadi salah satu tujuan wisata kuliner di Solo. Konsep rumahnya tetap kami pertahankan agar pengunjung bisa merasakan suasana rumah zaman dulu,” ujar Agnes dalam Talkshow Selasar UMKM yang disiarkan Radio Solopos Jumat, (10/7/2026).
Menu Andalan
Selain mengusung konsep tradisional, Pawon Mbah Noer menawarkan berbagai menu khas Nusantara.
Menu andalan yang menjadi keunggulan mereka adalah masakan sup ikan.
Agnes menjelaskan menu tersebut dipilih karena masih jarang dijumpai di Kota Solo.
Menu sup ikan ini juga menjadi salah satu hidangan yang paling banyak diminati pelanggan sejak awal operasional.
Selain sup ikan, Pawon Mbah Noer juga menyajikan ayam gongso, bebek gongso, cumi gongso, ayam goreng, hingga bebek goreng dengan racikan bumbu rempah yang khas.
Untuk menu gongso juga bisa memilih untuk tingkat kepedasan yang diinginkan.
Terdapat beberapa jenis sambal yang bisa dipilih seperti sambal terasi, sambal bawang, dan sambal matah.
Menu minuman yang ditawarkan mereka di antaranya mulai dari susu melon, teh susu, timun melon, sampai hidangan minuman yang basic seperti teh sereh.
Menurut Agnes, cita rasa adalah prioritas utama dari Pawon Mbah Noer sehingga kualitas masakan harus dipertahankan.
Usaha menjaga kualitas ini tetap dilakukan bahkan misal harga bahan baku tengah mengalami kenaikan.
“Kalau harga bahan baku naik, kami akan menyesuaikan. Namun, rasa tetap menjadi prioritas utama dan tidak boleh berubah,” kata Agnes.
Mempertahankan Kualitas
Agnes mengatakan Pawon Mbah Noer saat ini tengah dikelola oleh tiga orang.
Pawon Mbah Noer menyasar ke seluruh kalangan mulai dari keluarga hingga generasi muda.
Promosi usaha mereka dilakukan melalui media sosial.
Mereka juga mengandalkan unggahan organik dari pelanggan tanpa bekerja sama secara khusus dengan para kreator konten.
Agnes menambahkan bahwa persaingan bisnis kuliner di Solo memberikan pihak mereka dorongan.
Dorongan ini membuat pihak Pawon Mbah Noer terus berusaha untuk menjaga kualitas makanan dan menghadirkan inovasi menu secara berkala.
“Ke depan kami berencana menghadirkan menu spesial mingguan dan menambah pilihan menu baru. Namun, yang paling penting adalah menjaga kualitas rasa agar tetap konsisten,” tutup Agnes.
