• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Selasar UMKM: Mantan Banker Kembangkan Peternakan Kambing Boer, Bidik Pasar Akikah Premium

Aulia Anindyanari Lathifah

Abu Nadzib by Abu Nadzib
17 July 2026
in News
0
Selasar UMKM: Mantan Banker Kembangkan Peternakan Kambing Boer, Bidik Pasar Akikah Premium

Arief Adrianto (kiri) Owner Ruminansia Andalan Farm membicarakan bisnis peternakan kambing boer dalam Selasar UMKM Radio Solopos pada Senin, (13/7/2026). (Radio Solopos).

Radio Solopos, SOLO – Mantan pegawai perbankan, Arief Adrianto, memilih mengembangkan usaha peternakan kambing boer melalui RAFAM atau Ruminansia Andalan Farm dengan menyasar pasar akikah premium dan kebutuhan Iduladha di wilayah Soloraya.

Arief mengatakan keputusan tersebut berawal dari ketertarikannya melihat potensi kambing boer yang memiliki bobot besar dan kualitas daging yang baik.

Dengan bermodal fisik yang masih mendukung, Arief belajar dari awal untuk membuka usaha peternakan kambing.

Tantangan terbesar yang dihadapi Arief dalam usaha peternakan adalah memulai tanpa latar belakang peternakan sehingga ia harus mempelajari bidang tersebut melalui banyak riset.

Nama Ruminansia diambil dari istilah rumen yang mengacu pada sistem pencernaan dengan penampungan sementara.

Istilah Ruminansia dipilih karena merujuk pada hewan pemamah biak dengan pakan utama rumput yang menjadi fokus usahanya.

Fokus Pemasaran

Menurut Arief, untuk saat ini RAFAM masih memfokuskan pemasaran untuk kebutuhan Iduladha serta akikah premium yang menyasar kalangan menengah ke atas.

“Kalau pertama kali kami fokus untuk penyediaan kambing Iduladha. Kemudian yang kedua adalah akikah premium. Kami ingin memberikan kambing dengan kualitas yang bagus,“ ujar Arief dalam Talkshow Selasar UMKM yang disiarkan Radio Solopos, Senin (13/7/2026).

Arief menjelaskan kambing boer memiliki bobot yang lebih besar dibandingkan kambing lokal.

Pada usia sekitar satu tahun, bobot kambing boer dapat mencapai sekitar 30 kilogram hingga 80 kilogram sehingga dinilai cocok sebagai kambing pedaging.

Keunggulan lain dari peternakan kambing menurut Arief adalah harga kambing yang belum ditentukan oleh pemerintah.

Sehingga nilainya tergantung dengan kondisi dan situasi pasar.

Walau memang kambing Boer karena kambing jenis pedaging memiliki harga yang sedikit lebih mahal dibanding kambing biasa.

Kemitraan Masih Terbatas

Selain menjual kambing, RAFAM juga mulai membuka peluang kemitraan bagi masyarakat.

Namun, Arief mengatakan program tersebut masih dijalankan secara terbatas sambil melihat perkembangan usaha.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar pihaknya dapat menjaga kepercayaan para investor sebelum memperluas kerja sama.

Arief menambahkan usaha peternakan memiliki berbagai risiko, termasuk risiko kematian ternak.

Meski demikian, risiko tersebut dinilai dapat diminimalkan melalui manajemen peternakan yang baik sehingga tidak menjadi alasan untuk ragu memulai usaha.

“Karena kambing itu bernyawa. Dan itu resikonya pasti mati. Ya itu dialami seluruh peternak. Apapun itu pasti ada resiko kematian. Cuma itu bisa kita tanggung dan kita mitigasi. Jadi tidak perlu takut. Yang penting ada niat baik dan semangat.” Ujar Arief.

Kelola Limbah

RAFAM juga menerapkan pengelolaan limbah peternakan untuk meminimalkan bau di lingkungan sekitar kandang.

Arief mengatakan kotoran padat dan urine dipisahkan sejak awal.

Kotoran padat dikumpulkan, sedangkan urine ditampung pada wadah terpisah sehingga bau dapat ditekan.

Menurutnya, limbah kotoran dimanfaatkan oleh petani di sekitar lokasi peternakan. Ke depannya, limbah juga direncanakan diolah menjadi pupuk sesuai kebutuhan pasar.

Bukan hanya bau yang diminimalisir oleh Arief melainkan juga kebisingan.

Sehingga peternakannya selain tidak berbau, juga tenang, dan dipastikan tidak mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Ia menambahkan usaha peternakan memerlukan pengawasan penuh setiap hari karena ternak membutuhkan perawatan rutin, mulai dari pemberian pakan, pembersihan kandang, hingga pendampingan saat proses kelahiran.

Saat ini, RAFAM yang memiliki sekitar 100 ekor kambing masih berfokus pada pemasaran di wilayah Soloraya.

Untuk peternakannya RAFAM sendiri berlokasi di Dusun Mulyosari, Desa Penggung, Kabupaten Boyolali.

Tags: Selasar UMKMRuminansia Andalan FarmArief AndriantoKambing Boer

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Selasar UMKM: Mantan Banker Kembangkan Peternakan Kambing Boer, Bidik Pasar Akikah Premium
  • KUA-PPAS 2027 Fokus pada Layanan Publik dan Kesejahteraan Warga
  • Pemkot Pekalongan Perkuat Program Strategis Nasional Usai Pembinaan Kepala Daerah
  • Dompet Dhuafa dan Nurim Peduli Khitan Massal 22 Anak di Semarang
  • Sumanto Ajak Generasi Muda Pahami Cerita Wayang Kulit Lewat Pagelaran Budaya

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.