• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Crew
    • Ardi Sardjono
    • Fira Maghfirani
    • Hadiyawan Arto Buwono
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Kepemimpinan Perempuan Berawal dari Kompetensi, Bukan Gender

Fitriana Afifaturahmah

Redaksi Radio Solopos by Redaksi Radio Solopos
11 August 2026
in News
0
Pemimpin Redaksi & COO Solopos Media Group Rini Yustiningsih (kiri) dan Figure of Women in Leadership Retno Wulandari (kiri kedua) membahas kepemimpinan perempuan, tantangan menjadi pemimpin, hingga pentingnya kompetensi dalam membangun karier dalam Talkshow Selasar pada siaran Radio Solopos, Senin (3/8/2026). (Radio Solopos)

Pemimpin Redaksi & COO Solopos Media Group Rini Yustiningsih (kiri) dan Figure of Women in Leadership Retno Wulandari (kiri kedua) membahas kepemimpinan perempuan, tantangan menjadi pemimpin, hingga pentingnya kompetensi dalam membangun karier dalam Talkshow Selasar pada siaran Radio Solopos, Senin (3/8/2026). (Radio Solopos)

Radio Solopos, SOLO –  Kompetensi dan kemampuan membawa tim mencapai target dinilai jauh lebih krusial dibanding gender dalam dunia kepemimpinan.

Pandangan ini ditegaskan oleh Retno Wulandari sebagai figure of women in leadership dan Rini Yustiningsih sebagai Pemimpin Redaksi sekaligus Chief Operating Officer (COO) Solopos Media Group, dalam talkshow Selasar di Radio Solopos, Senin (3/8/2026).

Retno menyatakan bahwa laki-laki maupun perempuan memiliki peluang yang sama untuk memimpin, selama memiliki kualifikasi yang dibutuhkan.

“Saya lebih melihat kompetensi terlebih dahulu, bukan jenis kelaminnya. Indikator utamanya adalah kompetensi,” ujar Retno.

Ia menambahkan, seorang pemimpin harus adaptif terhadap situasi.

Ada kalanya pendekatan empati diutamakan, namun dalam kondisi tertentu terutama terkait penegakan aturan dan kebijakan maka sikap tegas mutlak diperlukan.

Pandangan senada disampaikan Rini Yustiningsih bahwa kepemimpinan bukanlah tentang mendominasi orang lain, melainkan membangun kemitraan dan kolaborasi bersama tim.

Rini mengaku tak pernah bercita-cita menduduki posisi Pemimpin Redaksi.

Sejak awal berkarir di Solopos, ia hanya fokus menyelesaikan setiap tugas secara optimal.

“Saya bekerja bukan untuk mengejar jabatan. Yang penting pekerjaan ini berdampak dan dipertanggungjawabkan. Soal karier, itu akan mengikuti,” tuturnya.

Kepemimpinan

Sama halnya dengan Rini, Retno menceritakan perjalanan kariernya yang tidak dirancang sejak awal.

Sebagai Lulusan Fakultas Hukum ia justru terjun ke dunia perhotelan, lalu memperdalam ilmu komunikasi setelah sering berinteraksi dengan media.

Menurut Retno, setiap orang sebaiknya berfokus menyelesaikan tugas yang ada di depan mata karena kesempatan memimpin akan datang seiring proses.

Meski demikian, tantangan sebagai pemimpin tidak lepas dari tekanan.

Retno mencontohkan industri hotel yang sempat terpukul akibat pandemi Covid-19 dan kebijakan efisiensi anggaran.

Dalam situasi krisis seperti itu, pemimpin dituntut tetap tenang demi menenangkan tim.

“Yang penting kita menjadi bagian dari solusi, bukan menambah masalah baru,” tegas Retno.

Senada dengan itu, Rini mengakui tanggung jawab akan semakin besar seiring meningkatnya posisi.

Namun, stres harus disikapi dengan mencari solusi, bukan meratapi persoalan.

Work Life Balance

Selain kepemimpinan, kedua narasumber turut menyoroti konsep work-life balance.

Retno mengakui keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, pendidikan, dan aktivitas sosial sulit dicapai karena setiap fase kehidupan memiliki prioritas berbeda.

Pandangan serupa disampaikan Rini.

Rini juga menegaskan bagi seorang pemimpin yang sedang membawa perubahan dalam organisasi, hal terpenting bukanlah mengejar keseimbangan sempurna, melainkan membangun kesepahaman dengan keluarga terkait prioritas yang sedang dijalankan.

Diskusi ditutup dengan kesepakatan bahwa intuisi kepemimpinan lahir dari pengalaman, pengetahuan, dan konsistensi.

Semakin sering seseorang menghadapi persoalan di bidangnya, semakin terasah pula instingnya dalam mengambil keputusan.

Tags: wanita karirsolopos media groupSelasar Radio SoloposLeadership

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Dorong Politisi Perempuan Terpilih Lagi di 2029, Sumanto: Persiapkan Diri, Kompetisi ke Depan Lebih Rumit
  • Burnout dan Overthinking pada Anak Muda di Era Serba Cepat, Kenapa Makin Sering Terasa?
  • Fashion Retro di Era Modern, Gaya Lawas yang Kembali Jadi Tren
  • Grand Mercure Solo Baru Inisiasi Kolaborasi Pariwisata Lewat Fun Cycling
  • 7 Tempat Wisata Dekat Stasiun Solo Balapan, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Keliling Solo

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.