Radio Solopos, SOLO – Suasana haru dan hangat mewarnai kegiatan cinema visit film berjudul Istimewa di XXI Solo Paragon Mall pada Rabu (13/8/2026).
Acara yang digelar oleh Kairos Pictures ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Surakarta serta mempertemukan penonton langsung dengan para pemain.
Pemain yang turut hadir di antaranya Yanni Melwani, Prija Iska (Priijay), dan Bambang Ceper.
Momen ini sekaligus menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya rasa saling menerima dan menghargai kesetaraan.
Film ini menampilkan perjalanan lima anak dari Rumah Istimewa.
Melalui kisah mereka, penonton diajak memperbarui cara pandang terhadap penyandang disabilitas.
Drama keluarga ini dinilai sukses menyuarakan: setiap manusia memiliki mimpi, perasaan, serta keberanian untuk saling mengasihi.
Lewat untaian kalimat sederhana ‘Aku akan peluk kalian’, para penonton film Istimewa merefleksikan kehangatan emosional penonton dengan kisah para karakternya.
Ungkapan tersebut lahir bukan dari rasa iba, melainkan dari bentuk penerimaan yang tulus.

Pesan Utama
Produser film Istimewa, Abdullah Mansuri yang akrab disapa Ayah Mans menyebut respons tersebut sejalan dengan visi filmnya.
“Saya ingin cara kita memandang teman-teman disabilitas ikut berubah setelah menonton. Kita mulai melihat mereka sebagai individu utuh yang punya mimpi, perasaan, dan kelebihan masing-masing,” ujarnya.
Pesan dalam film ini tidak hanya berlaku bagi penyandang disabilitas.
Lebih dari itu, setiap orang diajak menyadari bahwa kekurangan yang dimiliki tidak lantas membuat seseorang menjadi inferior.
Pada akhirnya, film ini menurutnya bukan cuma tentang mereka, melainkan juga tentang kita.
“Kita semua punya kekurangan dan kisah hidup yang mungkin tidak mudah. Namun, itu tidak membuat kita lebih rendah. Justru dari sinilah setiap orang menemukan keistimewaannya sendiri.” pungkas Ayah Mans
Sinopsis
Melalui cinema visit di Solo, pesan saling menerima dan menghargai tersebut semakin diperluas.
Film Istimewa ingin menampilkan penyandang disabilitas bukan sebagai objek rasa iba.
Sebaliknya, mereka hadir sebagai individu berdaya yang memiliki mimpi, pilihan hidup, rasa humor, keberanian dan kemampuan untuk menggerakkan cerita.
Film berdurasi 1 jam 59 menit ini diproduksi oleh Kairos Pictures.
Penggarapannya disutradarai oleh Ruben Adrian, dengan Abdullah Mansuri bertindak sebagai produser.
Istimewa dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 17 September 2026.
Alur ceritanya berpusat pada lima anak disabilitas di Rumah Istimewa.
Mereka tinggal bersama pengasuh mereka, Pak Mahendra, serta seorang sukarelawan bernama Mbak Kinan.
Konflik dimulai ketika Pak Mahendra divonis mengidap kanker dan pergi secara diam-diam.
Keputusan itu memicu kelima anak tersebut nekat melakukan perjalanan bersama untuk menemukannya kembali.
