Radio Solopos, Surakarta — Kebiasaan menggunakan ponsel dalam waktu lama, terutama sebelum tidur, dapat membuat mata bekerja lebih keras. Kondisi tersebut bisa memicu mata lelah, mata kering, hingga sakit kepala.
Dalam pemberitaan Espos.id, dokter spesialis mata RS JIH Solo, dr. Dezca Nindita, Sp.M, menjelaskan penggunaan gawai sebelum tidur membuat mata terus bekerja pada jarak dekat ketika kondisi tubuh mulai lelah.
“Ketika melihat dekat, mata harus bekerja lebih untuk memfokuskan penglihatan supaya tetap jelas. Otot-otot yang mengatur fokus itu kalau dipakai terus-menerus, apalagi malam hari saat kondisinya sudah lelah, akan bekerja ekstra keras,” ujar Dezca, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan kelelahan pada otot akomodasi mata. Keluhan yang muncul antara lain mata lelah, nyeri di sekitar mata, pusing, hingga sakit kepala saat bangun tidur.
Menatap layar terlalu lama juga membuat frekuensi berkedip berkurang. Dalam kondisi normal, seseorang berkedip sekitar 15–20 kali per menit. Saat fokus pada layar, frekuensi tersebut dapat menurun sehingga permukaan mata lebih cepat kering.
Gejalanya dapat berupa mata terasa mengganjal seperti kelilipan, perih saat berkedip, dan rasa tidak nyaman ketika membuka mata.
Dezca juga mengingatkan penggunaan ponsel dalam jarak dekat secara terus-menerus, khususnya pada malam hari, dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi munculnya atau bertambahnya minus pada usia dewasa.
Untuk mengurangi risiko tersebut, masyarakat disarankan menghentikan penggunaan ponsel satu hingga dua jam sebelum tidur. Penggunaan gawai pada malam hari juga sebaiknya dilakukan dengan pencahayaan ruangan yang cukup dan diselingi waktu istirahat bagi mata.
“Yang penting jangan terus-menerus melihat layar tanpa jeda. Mata juga perlu istirahat,” kata Dezca.
