Radio Solopos, SOLO — Usaha katering harian Nutribox by Dapur Racik di Solo berkembang pesat sejak dirintis pada masa pandemi Covid-19.
Berawal dari kebutuhan mengirim makanan bagi kerabat yang menjalani isolasi mandiri (isoman), kini usaha tersebut mampu melayani hingga 150–200 porsi pesanan setiap hari.
Owner Nutribox by Dapur Racik, Nurita Ririh, mengungkapkan layanan katering ini lahir pada akhir 2020 dari inisiatif sederhana membuka pre-order makanan untuk membantu keluarga dan teman yang sedang isoman.
Respons pasar yang positif mendorongnya mengembangkan usaha secara lebih serius.
“Awalnya hanya ingin kirim makanan ke saudara yang isoman, lalu sekalian buka pesanan. Ternyata responsnya bagus, dari yang ditargetkan hanya beberapa orang, malah bisa sampai 10 titik pengiriman,” ujarnya dalam talkshow Selasar UMKM Radio Solopos, Selasa (21/4/2026).
Ia juga memanfaatkan kondisi saat itu dengan memberdayakan warga sekitar yang kehilangan pekerjaan akibat minimnya kegiatan hajatan.
Mereka diajak bergabung untuk memasak di dapur rumahan yang menjadi cikal bakal Dapur Racik.
Pertahankan Identitas
Seiring perkembangan, usaha ini melakukan rebranding pada 2023 menjadi Nutribox, namun tetap mempertahankan identitas Dapur Racik.
Konsep yang diusung adalah penyediaan makanan rumahan bernutrisi yang menyasar kalangan milenial dan generasi Z.
“Konsepnya bukan makanan kekinian, tapi makanan rumahan yang bikin kangen masakan ibu. Kami ingin jadi solusi makan harian yang cukup nutrisi,” kata Nurita.
Menu yang ditawarkan disusun dengan pola mingguan untuk menjaga variasi dan keseimbangan gizi.
Senin menyajikan menu sederhana, Selasa menu berkuah, Rabu menu bersantan, Kamis menu rebus atau kukus tanpa gorengan, Jumat menu tumisan, dan Sabtu menu khas Nusantara.
Menu tersebut dirotasi setiap delapan minggu.
Dalam sehari, Nutribox melayani pesanan individu, keluarga, hingga kebutuhan acara.
Produk yang ditawarkan meliputi personal pack, paket lauk keluarga, serta nasi box untuk event. Harga paket harian mulai dari Rp25.000 per porsi, dengan opsi langganan bulanan yang lebih hemat.
Wilayah layanan mencakup Solo dan sekitarnya, seperti Kartasura, Colomadu, hingga Palur. Seluruh pemesanan dilakukan secara daring melalui WhatsApp, dengan dapur produksi berlokasi di wilayah Colomadu.
Meski terus berkembang, Nurita mengakui usaha kuliner memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait selera konsumen yang beragam. Dalam satu waktu, ia bisa menerima keluhan dan pujian untuk menu yang sama.
“Lidah orang beda-beda. Ada yang komplain terlalu manis, ada juga yang justru suka dan minta tambah. Jadi kami fokus mencari pasar yang cocok dengan cita rasa kami,” jelasnya.
Selain itu, tantangan juga muncul saat musim liburan dan Lebaran, ketika jumlah pesanan bisa turun drastis hingga hanya 20–25 porsi per hari.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, pihaknya memproduksi menu frozen dari produk best seller.
Di sisi lain, Nurita menilai usaha kuliner memiliki prospek jangka panjang karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya komunitas bagi pelaku UMKM untuk saling mendukung dan bertukar pengalaman.
Ke depan, Nutribox Dapur Racik berencana mengembangkan layanan dine-in dengan konsep setengah prasmanan dan warteg, meski saat ini masih fokus pada pembenahan dapur dan peningkatan standar operasional.
“Impian itu harus kuat, tapi juga harus bisa mengelola ekspektasi. Dalam usaha pasti ada tantangan, tapi kalau bisa menjalaninya, peluangnya selalu ada,” katanya.
Informasi lebih lanjut dapaet melalui Instagram @racik_cateringhariansolo
