Radio Solopos, SOLO — Aktris Acha Septriasa membuat heboh saat hadir sebagai bintang tamu dalam kegiatan “WomenTalk Mental Health Issue” bersama film Suamiku Lukaku di Ballroom Sabha Kencana Politeknik Indonusa Surakarta, Sabtu (16/5/2026).
Ratusan orang terdiri atas mahasiswa dan sivitas akademika antusias mengikuti diskusi mengenai kesehatan mental, relasi keluarga, serta pesan sosial yang diangkat dalam film tersebut.
Acara berlangsung hangat dan interaktif dengan menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Acha Septriasa selaku pemeran utama film Suamiku Lukaku; Nasri Ika Yulianti, psikolog sebagai praktisi kesehatan mental; serta Sharad Sharan selaku sutradara film.
Ketiganya membahas berbagai persoalan kesehatan mental yang kerap terjadi di lingkungan keluarga maupun kehidupan sehari-hari generasi muda.
Dalam sesi diskusi, Acha Septriasa mengungkapkan tantangan saat memerankan karakter Aminah dalam film Suamiku Lukaku.
Ia mengaku sering menahan tawa ketika menjalani adegan pertengkaran dengan lawan mainnya, Baim Wong, karena suasana syuting yang penuh canda.
Acha menjelaskan selama proses produksi terdapat intimacy coach yang mendampingi para pemain, terutama saat menjalani adegan kekerasan dalam rumah tangga.
Terlihat Meyakinkan
Menurutnya, pendampingan tersebut penting agar adegan tetap terlihat meyakinkan tanpa membahayakan lawan main.
“Dalam adegan kekerasan itu ada pakem-pakemnya supaya tangan kita tidak membuat lebam lawan main. Jadi adanya coach membantu kami lebih paham dan nyaman terhadap batas-batas tubuh kami sendiri,” ujar Acha.
Ia menuturkan di balik adegan yang tampak menyedihkan, suasana di lokasi syuting justru dipenuhi kerja sama dan candaan antarpemain.
Menurutnya, seluruh tim berupaya menghadirkan adegan yang realistis dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Pemaparan bintang film Heart (2006) itu mendapat antuiasme tinggi dari peserta diskusi. Mereka menyimak dengan seksama setiap kata yang terucap dari artis kelahiran 1 September 1989 tersebut.
Selain dirinya dan Baim Wong, film Suamiku Lukaku turut dibintangi Raline Shah, Ayu Azhari, serta sejumlah pesohor lainnya.

Dalam kesempatan itu, Acha juga membagikan pandangannya mengenai proses pemulihan diri dari berbagai persoalan hidup.
Ia menilai setiap orang memiliki proses yang berbeda untuk bangkit dari keterpurukan.
“Proses terbaik adalah kembali kepada diri sendiri dan mengenal pencipta kita. Ketika semua keresahan dipasrahkan kepada Tuhan, perlahan kita diberikan ketenangan untuk menjalani peran hidup satu demi satu,” katanya.
Perhatian Serius
Sementara itu, Nasri Ika Yulianti, M.Psi., Psikolog menjelaskan isu kesehatan mental saat ini perlu mendapatkan perhatian serius, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, edukasi melalui media kreatif seperti film dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan mental dan membangun lingkungan yang suportif.
Kegiatan WomenTalk Mental Health Issue tidak hanya menjadi ruang diskusi edukatif, tetapi juga menjadi ajang inspiratif bagi mahasiswa untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental diri sendiri maupun orang lain.
Antusiasme peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung aktif sepanjang acara.
Usai kegiatan talkshow di Ballroom Sabha Kencana, rangkaian acara dilanjutkan dengan nonton bareng film Suamiku Lukaku di The Park Solo yang diikuti sivitas akademika Politeknik Indonusa Surakarta.
Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi bersama atas pesan moral dan isu kesehatan mental yang diangkat dalam film tersebut.
