Radio Solopos, BOYOLALI – BPJS Kesehatan terus memperkuat transformasi digital layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Salah satu upaya tersebut ditunjukkan melalui kegiatan supervisi yang dilakukan Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, di Rumah Sakit Indriati Boyolali, Kamis (18/12/2025).
Supervisi ini bertujuan memastikan implementasi layanan kesehatan berbasis digital berjalan optimal serta memberikan kemudahan dan kecepatan akses layanan bagi peserta JKN.
Dalam kunjungannya, Edwin meninjau langsung sejumlah inovasi layanan digital yang telah diterapkan rumah sakit, mulai dari pemanfaatan aplikasi Mobile JKN, sistem antrean online, hingga integrasi layanan klaim dan rekam medis elektronik.
“Transformasi digital bukan sekadar soal teknologi, tetapi bagaimana layanan menjadi lebih mudah, cepat, dan memberikan pengalaman yang baik bagi peserta JKN. Dari yang saya lihat, RS Indriati Boyolali sudah menerapkan sistem dengan sangat baik,” ujar Edwin.
Ia mengapresiasi komitmen manajemen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas layanan. Edwin menilai penerapan antrean online membuat pelayanan lebih tertib dan efisien dibandingkan sistem konvensional sebelumnya, di mana peserta harus datang lebih awal meski nomor antreannya masih jauh.
Selain antrean online, BPJS Kesehatan juga mendorong implementasi berbagai inovasi digital lain, seperti Integrasi Sistem Klaim, E-Surat Eligibilitas Peserta (E-SEP), fingerprint dan face recognition, bridging farmasi, hingga E-Rekam Medis. Seluruh inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan mutu layanan sekaligus kepuasan peserta JKN.
“Mari kita bersama-sama menjaga dan meningkatkan kualitas Program JKN. Dukungan serta kolaborasi yang baik antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan menjadi kunci agar layanan berjalan sesuai harapan, menuju Indonesia yang lebih maju,” tambah Edwin.
Sementara itu, Direktur RS Indriati Boyolali, Julita Ruli Titisari, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan BPJS Kesehatan. Menurutnya, transformasi layanan yang dilakukan rumah sakit sejalan dengan visi BPJS Kesehatan dalam menghadirkan layanan yang mudah, cepat, dan setara bagi seluruh peserta.
“Peserta JKN merupakan mayoritas pengguna layanan di RS Indriati Boyolali. Untuk rawat jalan mencapai sekitar 70 persen, sementara rawat inap sekitar 85 persen. Ini menunjukkan Program JKN sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Julita.
Ia menegaskan komitmen RS Indriati Boyolali untuk terus meningkatkan kualitas layanan, khususnya bagi peserta JKN, agar pelayanan kesehatan yang diberikan tidak hanya cepat dan efisien, tetapi juga memuaskan.
