Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Fenomena Bunuh Diri Soloraya, Psikolog Himpsi : Tingkatkan Kepedulian Pada Orang Sekitar!

Redaksi by Redaksi
7 January 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bunuh Diri Soloraya

ilustrasi orang mengalami depresi (sumber foto : Freepik)

SoloposFM, Mengawali 2022, sejumlah kasus bunuh diri terjadi di Soloraya. Belum seminggu sejak kasus bunuh diri di Ampel, kabar bunuh diri terjadi lagi di Boyolali. Pada Selasa (4/1/2022) korban bunuh diri ditemukan di gorong-gorong pembuangan air Kali Serang, Wonosogero, Boyolali.

Dikutip dari Solopos.com, keluarga korban mengatakan bahwa korban sudah lama mengalami depresi dan pihak keluarga yakin tidak ada unsur kekerasan dari siapapun. Korban diduga bunuh diri pada Senin (3/1/2022) malam dengan cara melompat dari Kali Serang.

Baca juga : Awal Tahun, ShopeePay Ajak Masyarakat Lebih Peka dan Manfaatkan Hal Sederhana di Sekitar

 

Baca Juga

Salurkan Bantuan Modal Usaha ke Warga, Sumanto: Jangan untuk Kebutuhan Konsumtif

Salurkan Bantuan Modal Usaha ke Warga, Sumanto: Jangan untuk Kebutuhan Konsumtif

23 October 2026
Sumanto Soroti TPA Kian Penuh, Ajak Warga Olah Sampah Mulai dari Rumah Tangga

Sumanto Soroti TPA Kian Penuh, Ajak Warga Olah Sampah Mulai dari Rumah Tangga

23 October 2026
Ratusan Mahasiswa UNS Turun ke Jalan di Solo, Suarakan Tujuh Tuntutan

Ratusan Mahasiswa UNS Turun ke Jalan di Solo, Suarakan Tujuh Tuntutan

23 October 2026
Sumanto: Sinergi Lintas Instansi Kunci Penanganan Kebakaran Gunung Lawu

Sumanto: Sinergi Lintas Instansi Kunci Penanganan Kebakaran Gunung Lawu

22 October 2026

Sebelumnya di Sragen, warga Dukuh Jurangjero Kidul, Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang, Sragen, Ngadimin Arjomin, 73, ditemukan meninggal dunia dengan luka-luka di bagian kepala di rumahnya, Sabtu (18/12/2021). Setelah dilakukan pemeriksaan, korban meninggal dunia diduga bunuh diri karena depresi setelah ditinggal meninggal istrinya.

Sementara di Propinsi sebelah, di Gunungkidul DIY, kasus bunuh diri selama 2021 mengalami peningkatan jika dibandingkan pada 2020. Peningkatan yang ada terbilang tinggi.

Pada awal Desember 2021 tercatat jumlah kasus bunuh diri mencapai 38 kasus, dengan rincian 37 dengan gantung diri, dan satu orang dengan meminum racun. Sementara tahun lalu tercatat 29 kasus bunuh diri, 26 diantaranya melakukan dengan gantung diri, dan tiga lainnya meminum racun.

 

Psikolog Himpsi Solo

 

Joko Dwi Nugroho, Psikolog dari Himpsi Surakarta, dalam Dinamika 103, Jumat (06/01/2022), mengungkapkan bunuh diri bukanlah penyakit yang bisa dengan mudah “diramal” lewat gejala tertent.

Baca juga : Omicron Mengancam, Ajang Penghargaan Grammy Ditunda

 

“Hal tersebut sering tidak diketahui alasannya. Bisa terjadi di segala rentang usia, bahkan remaja. Setiap aksi bunuh diri adalah kasus yang unik, dan tidak ada yang akan benar-benar tahu apa yang jadi alasan utama di baliknya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Joko menjelaskan bunuh diri pada umumnya adalah tindakan yang dilakukan atas dasar luapan emosi dan tanpa pikir panjang. Meski mungkin keputusan ini juga akibat alasan yang mengendap lama tanpa pengetahuan orang lain.

“Orang harus mulai peduli pada sekitarnya. Jangan ragu bertanya pada rekan atau keluarga, apakah ada masalah? Bunuh diri ini seringnya dipicu emosi yang tak tersalurkan. Anda harus menjadi pendengar yang baik. Coba bujuk untuk pergi ke terapis, tetapi jangan beradu argumen tentang kematian atau bunuh diri. Orang yang sedang memiliki masalah berat, cenderung tidak dapat berpikir rasional. Terus berikan semangat,” jelasnya lebih lanjut.

 

Opini Sobat Solopos

 

Dalam Dinamika 103, Jumat (06/01/2022), 80% Sobat Solopos mengaku optimis bunuh diri bisa dicegah. Sedangkan 20% lainnya mengaku tidak optimis.

 

Berikut sejumlah opini mereka :

 

“Untuk menghindari strees dll sesungguhnya mudah. Cukup stay tune menyimak bincang psikologi bersama mas Joko di SoloposFM,” dari Ahmad di Nayu Timur.

“Kadang ornag yang punya masalah tak tau bagaimana bercerita. Harus peduli juga pada orang sekitarnya,” ungkap Siti.

  

[Diunggah oleh Avrilia Wahyuana]

Tags: Bunuh Diri Soloraya

Related Posts

No Content Available
Load More

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Salurkan Bantuan Modal Usaha ke Warga, Sumanto: Jangan untuk Kebutuhan Konsumtif
  • Lima Film Terbaru Oktober 2026, dari Horor Kuntilanak hingga Drama Perjuangan Mahasiswa
  • Sumanto Soroti TPA Kian Penuh, Ajak Warga Olah Sampah Mulai dari Rumah Tangga
  • Ratusan Mahasiswa UNS Turun ke Jalan di Solo, Suarakan Tujuh Tuntutan
  • Sumanto: Sinergi Lintas Instansi Kunci Penanganan Kebakaran Gunung Lawu
Radio Solopos FM

© 2025 Radio Solopos.

Navigate Site

  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2025 Radio Solopos.