• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Crew
    • Ardi Sardjono
    • Fira Maghfirani
    • Hadiyawan Arto Buwono
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Film Berbahasa Tegal “Turah” Tembus di Piala Oscar 2018

Redaksi by Redaksi
20 September 2017
in News
0
Film Berbahasa Tegal “Turah” Tembus di Piala Oscar 2018

SoloposFM- Turah, film berbahasa ngapak khas daerah Tegal, Jawa Tengah, terpilih mewakili Indonesia untuk bersaing di ajang Piala Oscar 2018.

Film Turah akan maju di Oscar setelah dipilih Komite Seleksi yang dibentuk Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI).

Meskipun masih harus menjalani tahap seleksi lagi agar dapat masuk dalam kategori Best Foreign Language Film Award, film berbahasa Tegal ini memiliki poin plus yang diyakini lolos bagi para komite seleksi.

“Polanya bertutur dan penggarapannya menarik sekali. Isu yang diangkat dengan tokoh-tokoh yang digunakan di film itu ada tokoh kepala desanya. Buat saya bisa jadi kita punya kondisi yang tidak terelakkan dan terjadi hari ini di Indonesia. Ada orang-orang yang membutuhkan support dan masih perlu banyak dibantu hak-haknya,” ujar Reza Rahadian sebagai salah satu komite seleksi ditemui di XXI Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, seperti yang dikutip dari Detiknews (20/9/2017)

Film yang baru saja rilis sebulan lalu tersebut mengangkat kisah dari masyarakat kampung Tirang di kota Tegal yang tertutup oleh bayang-bayang satu juragan kaya bernama Darso. Masyarakat kampung Girang selalu dihantui rasa takut dan pesimis setiap ingin mengalami kemajuan.

Pada akhirnya, dua orang bernama Turah dan Jadag berani untuk melawan rasa takut dan ingin lepas dari kelicikan Darso setelah banyak peristiwa terjadi.

Sebagai sutradara, Wicaksono Wisnu Legowo pun tidak menyangka bahwa film yang mulai produksi sejak akhir tahun 2016 ini dikirim untuk mewakili Indonesia ke ajang bergengsi tersebut.

“Film ‘Turah’ sudah diakui tingkat nasional. Jadi dulu bikin Turah dari yang penting jadi, makin kesini makin banyak apresiasi. Nggak nyangka umurnya bisa sepanjang ini, sudah hampir setahun. Ternyata masih ada yang mengapresiasi ‘Turah’,” tukas Wicaksono.

Berkat film ‘Turah’ pun kampung Tirang menjadi semakin terkenal juga dengan kekayaan alamnya.

“Ada beberapa kali orang datang ke kampung Tirang gara-gara film ‘Turah’. Jadi ada suasana baru beberapa kali banyak yang datang. Aku jadi ngerasa bahwa film itu impactnya bisa kesana,” ungkapnya.

(Erlin Setyawati)

Tags: film turahpiala oscar 2018

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Ketua DPRD Jateng Sumanto Dorong Raperda Pelayanan Publik Harus Berdampak Langsung ke Masyarakat
  • DPRD Jateng Soroti Tarif Rumah Sakit Daerah dalam Revisi Perda Pajak dan Retribusi
  • Cara Menjaga Ide Tetap Mengalir di Tengah Rutinitas
  • Kesehatan Mental di Tengah Tekanan Ekonomi: Cara Tetap Waras di Era “In This Economy”
  • Grand HAP Hotel Solo Rayakan 11 Tahun dengan Semangat Kebersamaan dan Pelayanan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.