• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Crew
    • Ardi Sardjono
    • Fira Maghfirani
    • Hadiyawan Arto Buwono
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Film Candyman: Antara Kesenjangan Sosial dan Kebrutalan Polisi

Redaksi by Redaksi
20 November 2021
in News
0
Film Candyman: Antara Kesenjangan Sosial dan Kebrutalan Polisi

Poster Film Candyman

SoloposFM,  Penulis naskah Jordan Peele bersama mitra penulis dan sutradara Nia Da Costa menyampaikan penghormatam pada film Candyman arahan Bernard Rose tahun 1992, yang mengambil setting di sebuah proyek perumahan terkenal di Chicago, Cabrini-Green.

Dikutip dari VoaIndonesia, film ini mengisahkan tentang seorang laki-laki kulit hitam yang dituduh membagikan permen dengan silet pada anak-anak, yang kemudian ditangkap, disiksa dan dibunuh.

Jordan Peele mengatakan Candyman adalah konsep. Ia adalah kisah. Ia adalah boogeyman. “Ia merupakan epidemi kekerasan terhadap warga kulit hitam di negara ini.”

Apakah ia nyata? Aktor Colman Domingo, yang berperan sebagai William Burke mengatakan “Candyman adalah soal bagaimana kita mengatasi fakta bahwa hal-hal seperti ini memang terjadi.

Baca juga : Pemenang Nobel Perdamaian Malala Yousafzai Menikah

 

Peele mengatakan sebagai seorang remaja, ia terpengaruh oleh Candyman arahan sutradara Bernard Rose sebagai tokoh kulit hitam antagonis pertama dalam film ber-genre horor.“Ini sangat berani, terasa sangat katarsis, dan sangat menakutkan.”

Kini hampir tiga puluh tahun kemudian, film Candyman hasil garapan Peele ini mengungkap pemukiman di mana Cabrini-Green tadinya berada.

“Cabrini-Greene diubah dan ditransformasikan.Kisah yang ada dalam kepala saya sekarang adalah cerita ketakutan saya berada di ruang yang serba putih,” kata Peela.

 

Sinopsis

 

Kisahnya memandang komersialisasi dan gentrifikasi atau transformasi sebagai ancaman bagi budaya hitam. Anthony McCoy – karakter utama dalam film Candyman arahan Peele dan Da Costa – adalah seorang seniman kulit hitam yang bekerja di industri yang didominasi warga kulit putih dan berjuang dengan masalah identitas.

Ia menemukan inspirasi baru dalam sosok Candyman dan tanpa disadari, memanggil monster itu, yang memulai pembunuhan baru. Hanya saja kali ini Candyman menarget korban-korbannya berdasarkan ras, ujar Associate Diversity Provost di Universitas Northwestern Robin Means Coleman.

Baca juga : Karya Desainer Luar Negeri Dipajang dalam Internasional Graphic Design Exhibition DKV ACT#7

 

“Tidak ada keraguan lagi bahwa film ini, Candyman 2021, berbicara tentang beragam aksi kekerasan yang kerap kita lihat dan menarget warga kulit hitam. Ketika ada rasa tidak hormat dan pelecehan, ada pengabaian nilai-nilai tentang komunitas kulit hitam, saat itu lah Candyman datang.”

Sutradara Nia Da Costa, yang dibesarkan di dekat Cabrini-Green, mengatakan menyebut nama Candyman lima kali di depan kaca juga merupakan tindakan simbolik untuk tidak melupakan kehidupan warga kulit hitam yang telah kehilangan nyawa mereka karena aksi kekerasan dan kebrutalan polisi.

“Sebut nama orang itu, sebut nama Breonna Taylor, Jacob Blake.Karena seorang martir merupakan simbol kuat.Jika namanya dikenang, juga orangnya, kehidupannya, maka ini yang terpenting,” kata Nia.

 

(Diungah oleh Avrilia Wahyuana)

Tags: filmresensi filmCandyman 2021Candyman

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Ketua DPRD Jateng Sumanto Dorong Raperda Pelayanan Publik Harus Berdampak Langsung ke Masyarakat
  • DPRD Jateng Soroti Tarif Rumah Sakit Daerah dalam Revisi Perda Pajak dan Retribusi
  • Cara Menjaga Ide Tetap Mengalir di Tengah Rutinitas
  • Kesehatan Mental di Tengah Tekanan Ekonomi: Cara Tetap Waras di Era “In This Economy”
  • Grand HAP Hotel Solo Rayakan 11 Tahun dengan Semangat Kebersamaan dan Pelayanan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.