• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Kata Zakir Naik Tentang Polemik Surat Al Maidah 51

Redaksi by Redaksi
4 April 2017
in News
0
Kata Zakir Naik Tentang Polemik Surat Al Maidah 51

SoloposFM-  Ulama kondang Zakir Naik turut menanggapi pertanyaan yang awak media berikan terkait Surat Al Maidah Ayat 51 yang belakangan menjadi polemik di Indonesia.

Ulama asal India ini mengatakan, di Alquran, Tuhan mengajarkan untuk berteman dengan sesama manusia apa pun latar belakangnya. Namun untuk meminta segalanya termasuk perlindungan, hanya kepada Tuhan, yakni Allah.

“Tidak berteman dengan Yahudi, mereka hanya bersahabat dengan dirinya sendiri. Itu bukan berarti kita tidak boleh bicara dengan mereka. Artinya apabila kita menjaga persahabatan itu tidak masalah. Sebagai pelindung, Islam mencari perlindungan kepada Allah,” kata Zakir Naik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Jumat (31/3/2017)

Seperti yang dilansir Liputan6.com Zakir menyampaikan, sebagai umat Islam, dirinya mengajak muslim agar berbaik sangka kepada sesama manusia. Di Alquran, banyak ayat yang menjelaskan tentang berteman dan memilih teman, bahkan tentang mengatur suatu negara.

“Kita harus berbaik sangka. Untuk pelindung ada banyak ayat lain. Sebagai teman dan pelindung, ada dua opsi. Sebagai pelindung Alquran bilang hanya muslim. Karena kalau tidak melakukan hal ini kita tidak dapat bantuan pertolongan. Barang siapa percaya sebagai pelindung kita berikan bukti kepada Allah. Banyak sekali ayat,” ujar dia.

Dijelaskan Zakir Naik, sebagai teman saling membantu tidak masalah, meski dengan yang nonmuslim. Bahkan, kata dia, Allah di dalam Alquran melarang berbuat tidak adil kepada sesama manusia, muslim, ataupun nonmuslim.

“Sebagai teman membantu tidak masalah. Berbuat baik tidak masalah. Alquran bilang Allah melarang berbuat tidak adil kepada nonmuslim. Tapi untuk pelindung auliya, apabila ada pilihan orang Islam soal kepemimpinan, muslim jauh lebih baik daripada nonmuslim,” ujar Zakir.

Terkait berpolitik dan tata negara, Zakir menyebutkan Islam lengkap mengajarkan bagaimana cara bernegara dan bermasyarakat.

“Islam adalah panduan hidup. Memberikan segala hal. Tidak hanya salat, puasa, haji, apa yang bisa dimakan, apa yang enggak bisa dimakan. Tapi bagaimana berbisnis, memerintah kota negara,” lanjutnya.

 

(Annisa Wendy Pratidina)

Tags: zakir naik

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Mas Wali Apresiasi Festival Durian NEO Solo Grand Mall, Ingatkan Warga Soal Pengelolaan Sampah
  • Peringati Hari Bumi, Hotel Adhiwangsa & BBWS Kolaborasi Tanam Pohon di Urban Forest Bengawan Solo
  • Pelantikan BWI Pekalongan Soroti Rendahnya Legalitas Aset Wakaf
  • Wawalkot Pekalongan Balgis Ajak Pasangan Jaga Keharmonisan, Edukasi Pernikahan Digencarkan
  • Dorong Peran Orang Tua, Pemkot Pekalongan Pantau Tumbuh Kembang Anak Secara Digital

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.