• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Kekurangan Tidak Menghalangi Sinthia untuk Bisa Menyelesaikan Sekolah di SMA 40 Jakarta Utara.

Redaksi by Redaksi
4 May 2017
in News
0
Kekurangan Tidak Menghalangi Sinthia untuk Bisa Menyelesaikan Sekolah di SMA 40 Jakarta Utara.

SoloposFM- Keterbatasan memang acapkali menjadi batu sandungan bagi beberapa penyandang disabilitas untuk menyelesaikan pendidikan. Rasa minder dan perlakuan diskriminasi orang-orang sekelilingnya inilah yang seringkali membuat orang-orang penyandang cacat atau disabilitas sangat sulit untuk mengembangkan dirinya. Namun bagi Shinthia Fatmahunnisa, keterbatasan yang dimilikinya tidaklah menjadi halangan baginya untuk menyelesaikan sekolah di bangku SMA.

Cerita singkat Sinthia mulai mengalami gangguan pendengaran sejak didalam rahim, Menurut penuturan sang Ibu, Khosriyati ketika kandungan memasuki bulan ke 6, ia mengalami batuk yang tak kunjung sembuh lalu Dokter memberikanya antibiotik dan obat batuk untuk meredakan batuknya, obat tersebut ia minum rutin sampai ia melahirkan. dan ternyata antibiotik yang diminumnya ini bisa mengakibatkan ketulian janin, itulah awal Sinthia harus menjalani kehidupan dunianya.

 

tis

Chyntia bersama Ibu

Melawan Keterbatasan Sejak Kecil

Sebagai penyandang disabilitas, kesulitan mulai dialami Chyntia, saat menjejaki dunia pendidikan. Banyak lika liku yang dihadapi gadis kelahiran 25 April 1995 tersebut, Namun hebatnya meski memiliki keterbatasan dan hanya dibesarkan oleh Ibunya seorang, Chyntia tidak diperlakukan secara berbeda oleh keluarga dan orang disekitarnya. Karna perpisahan kedua orang tua Sinthia, sejak kecil Sinthia hanya tinggal bersama Ibunya di rumah susun di kawasan Jakarta Barat

Pada awal menempuh sekolah dasar, Chyntia seringkali menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda-beda karena dia kerap berpindah kota. Alhasil pendidikan TK SD SMP  diselesaikan di kota berbeda seperti Jakarta, Cilacap,Yogyakarta dan Purbalingga. Untuk pilihan sekolah atas, Chyntia melanjutkan di SMALB N Purbalingga lalu memberanikan diri pindah dan besekolah di sekolah umum sama seperti anak normal lainnya yaitu SMA N 40 Jakarta karena harus mengikuti ibunya yang bekerja sebagai Guru di salah satu sekolah di Jakarta.

Bagi seorang penyandang disabilitas, mengikuti pelajaran di sekolah umum pastilah tidak mudah. Maka dari itu Chyntia menyiasatinya dengan belajar lebih giat . Meski mengalami gangguan pendengaran, Ibunya terus-menerus melatih dirinya berbicara walau masih dengan terbata bata  ketika sedang bicara dengan orang lain, Chyntia juga dengan dibantu alat bantu dengar untuk mempermudah dirinya dalam berkomunikasi seperti orang-orang normal.

Keterbatasan memang bukan menjadi batasan untuk menyelesaikan sekolah dan menggapai cita cita sudah banyak para penyandang disabilitas yang sukses karna kerja keras dan tidak kalah pada keadaan untuk bisa menyetarakan diri dengan orang normal lainya bahkan melebihi mereka, Chyntia adalah satu anak yang sedang mencoba membangun masa depanya. Mari kita rangkul anak anak penyandang disabilitas karna mereka juga mempunyai hak yang sama seperti anak lainya.

 

(Annisa Wendy Pratidina)

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Korban Meninggal dalam Tragedi Kecelakaan KA di Bekasi Bertambah Jadi Tujuh Orang
  • Rekonsiliasi Data JKN Digenjot, Keaktifan Peserta di Soloraya Masih Jadi Sorotan
  • Mas Wali Apresiasi Festival Durian NEO Solo Grand Mall, Ingatkan Warga Soal Pengelolaan Sampah
  • Peringati Hari Bumi, Hotel Adhiwangsa & BBWS Kolaborasi Tanam Pohon di Urban Forest Bengawan Solo
  • Pelantikan BWI Pekalongan Soroti Rendahnya Legalitas Aset Wakaf

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.