Radio Solopos, SOLO — Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) terus memperkuat transformasi digital guna meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Salah satu fokus yang tengah dikembangkan adalah integrasi berbagai layanan pemerintah melalui satu portal terpadu agar lebih mudah diakses warga.
Kepala Diskominfo SP Kota Solo, Lusia Sari Murniati, mengatakan pemerintah tidak lagi sekadar membangun aplikasi baru, tetapi mengarah pada transformasi digital yang terintegrasi dan aman.
Hal tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi layanan sekaligus memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan pemerintah.
“Sekarang bukan lagi sekadar membangun aplikasi, tetapi bagaimana melakukan transformasi digital agar sistem yang ada di pemerintah bisa terintegrasi, aman, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Lusia dalam Talkshow Selasar di Radio Solopos, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, ke depan masyarakat diharapkan dapat mengakses berbagai layanan pemerintah kota melalui satu pintu dengan sistem single sign-on.
Dengan demikian, warga tidak perlu lagi membuka banyak platform berbeda untuk mengurus layanan publik.
Selain integrasi layanan, Diskominfo SP juga menaruh perhatian pada penguatan keamanan cyber serta perlindungan data pribadi.
Hal ini dinilai penting seiring meningkatnya digitalisasi layanan pemerintahan dan aktivitas masyarakat di ruang digital.
Menurut Lusia, Diskominfo SP memiliki tim khusus yang bertugas memantau keamanan sistem digital pemerintah, termasuk melakukan deteksi dini terhadap potensi serangan cyber, penilaian keamanan aplikasi, serta patroli cyber untuk memantau potensi peretasan maupun penyebaran konten berbahaya.
Di sisi lain, pemerintah kota juga terus mengoptimalkan platform pengaduan masyarakat seperti Unit Layanan Aduan Surakarta (ULAS) dan layanan “Lapor Mas Wali” yang banyak digunakan warga karena mudah diakses melalui WhatsApp. Setiap laporan yang masuk ditargetkan mendapat respons maksimal dalam waktu 2×24 jam.
“Setiap aduan masyarakat akan diteruskan ke perangkat daerah terkait sesuai bidangnya. Harapannya tidak hanya dijawab, tetapi juga ditindaklanjuti dengan tindakan nyata,” kata Lusia.
Ia menambahkan, Diskominfo SP juga melakukan analisis terhadap berbagai aduan yang masuk untuk mengetahui isu yang sedang berkembang di masyarakat.
Data tersebut kemudian digunakan sebagai dasar koordinasi dengan perangkat daerah dalam memberikan solusi maupun menyampaikan informasi kepada publik.
Selain penguatan sistem digital, pemerintah juga berupaya meningkatkan literasi digital masyarakat.
Kampanye literasi digital dilakukan agar masyarakat lebih memahami risiko keamanan di internet serta lebih berhati-hati dalam mengakses tautan, menggunakan jaringan Wi-Fi publik, maupun menjaga data pribadi.
Lusia menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi masyarakat dalam membangun ekosistem digital yang aman dan produktif.
“Transformasi digital tidak hanya terjadi di internal pemerintah, tetapi juga harus dipahami dan dimanfaatkan masyarakat agar kita bisa bersama-sama membangun ekosistem digital yang baik,” ujarnya.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Pemkot Surakarta berharap layanan publik berbasis digital semakin mudah diakses sekaligus memperkuat keterbukaan informasi antara pemerintah dan masyarakat.
