• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Pertumbuhan PMA Tertinggi di Jateng, Wali Kota Pekalongan Optimistis Investasi Terus Meningkat

Abu Nadzib by Abu Nadzib
13 May 2026
in News
0
Pertumbuhan PMA Tertinggi di Jateng, Wali Kota Pekalongan Optimistis Investasi Terus Meningkat

Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid menerima penghargaan pertumbuhan PMA tertinggi di Jawa Tengah dalam CJIBF 2026 di Semarang, Senin (11/5/2026). (Istimewa)

Radio Solopos, SEMARANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan kembali menorehkan prestasi di bidang investasi.

Pada 2025, Kota Pekalongan berhasil meraih penghargaan sebagai daerah dengan pertumbuhan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) tertinggi di Jawa Tengah.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, kepada Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid atau Aaf, dalam kegiatan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Ballroom Hotel PO Semarang, Senin (11/5/2026).

Usai menerima penghargaan, Wali Kota Aaf mengungkapkan rasa syukur atas capaian Kota Pekalongan yang dinilai mampu menunjukkan pertumbuhan investasi asing tertinggi secara persentase di Jawa Tengah.

Menurut dia, capaian tersebut menjadi bukti Kota Pekalongan masih dipercaya investor asing sebagai daerah yang potensial dan kondusif untuk berinvestasi.

“Alhamdulillah, tahun 2025 Kota Pekalongan mendapatkan penghargaan dari provinsi sebagai daerah dengan pertumbuhan realisasi penanaman modal asing tertinggi. Secara persentase, kita memang tertinggi. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Kota Pekalongan,” ujar Aaf.

Ia menjelaskan capaian tersebut tidak lepas dari masuknya sejumlah investor asing, khususnya di sektor industri pengalengan ikan asal Korea Selatan.

Kehadiran investasi tersebut dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Meski demikian, ia mengakui secara nominal investasi, Kota Pekalongan masih berada di bawah sejumlah daerah besar lain di Jawa Tengah.

Namun, dengan luas wilayah yang terbatas dan jumlah penduduk yang tidak terlalu besar, capaian pertumbuhan PMA tersebut tetap menjadi prestasi yang patut diapresiasi.

“Kalau dibandingkan jumlah investasi secara keseluruhan, mungkin masih ada daerah lain yang lebih tinggi. Tetapi secara pertumbuhan persentase, Kota Pekalongan tertinggi. Ini berkat peran semua pihak, mulai masyarakat, pemerintah, hingga komunikasi yang baik dengan investor,” tambahnya.

Optimistis Investasi Terus Meningkat

Lebih lanjut, Wali Kota Aaf optimistis tren investasi asing di Kota Pekalongan akan terus meningkat pada 2026.

Salah satu proyek besar yang diharapkan segera terealisasi ialah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp3 triliun hingga Rp4 triliun.

Menurut dia, proyek tersebut berpotensi menjadi magnet baru bagi investor asing sekaligus memperkuat posisi Kota Pekalongan sebagai daerah yang ramah investasi.

“Mudah-mudahan pada 2026 proyek PSEL bisa terealisasi. Investornya juga berasal dari luar negeri dengan nilai investasi cukup fantastis, sekitar Rp3 triliun sampai Rp4 triliun. Ini tentu dapat semakin mendorong investasi asing masuk ke Kota Pekalongan,” jelasnya.

Wali Kota Aaf menegaskan Pemkot Pekalongan terus berkomitmen menjaga iklim investasi agar tetap sehat dan kondusif.

Selama ini, komunikasi antara investor dan pemerintah daerah berjalan baik tanpa adanya keluhan signifikan.

Hal itu menjadi salah satu faktor penting yang membuat investor merasa nyaman menanamkan modalnya di Kota Pekalongan.

Selain investasi asing, Pemkot Pekalongan juga berupaya mendorong pertumbuhan investasi lokal di berbagai sektor, seperti perhotelan, pergudangan, dan pengembangan kawasan baru.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama terkait keterbatasan lahan dan status lahan sawah dilindungi.

“Kita ingin investasi yang masuk tetap memperhatikan kepentingan masyarakat. Jangan sampai merugikan warga ataupun menimbulkan dampak pencemaran lingkungan. Itu yang selalu menjadi perhatian kami,” tegasnya.

Pihaknya berharap capaian penghargaan tersebut semakin memperkuat citra Kota Pekalongan sebagai tujuan investasi yang menjanjikan.

“Dengan dukungan seluruh pihak, investasi di Kota Pekalongan diharapkan terus tumbuh dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta pembangunan daerah ke depan,” harapnya.

Realisasi PMA Naik 1.207 Persen

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Pekalongan Ade Suangkat menyampaikan realisasi PMA Kota Pekalongan pada 2025 mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia memaparkan realisasi investasi PMA meningkat hingga 1.207 persen, dari Rp30,1 miliar pada 2024 menjadi Rp393,7 miliar pada 2025.

Menurut dia, kenaikan drastis tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap potensi dan stabilitas investasi di Kota Pekalongan.

“Peningkatan ini menjadi sinyal positif bahwa Kota Pekalongan semakin dilirik investor asing. Harapannya, investasi yang masuk dapat terus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong peningkatan investasi melalui forum bisnis seperti CJIBF.

Menurut dia, forum tersebut menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pemerintah, investor, pengelola kawasan industri, dan berbagai mitra usaha.

“CJIBF ini sudah sepuluh kali dilaksanakan bersama Bank Indonesia Jawa Tengah. Forum ini menjadi sarana business matching antara pemerintah dan para pelaku usaha maupun investor,” ungkapnya.

Ia menambahkan sektor investasi memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Pada triwulan I 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp23,02 triliun dengan serapan tenaga kerja sekitar 92.000 orang. Sementara sepanjang 2025, capaian investasi Jawa Tengah mencapai Rp110 triliun.

Menurut Gubernur Luthfi, tingginya investasi turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang pada triwulan I 2026 mencapai 5,89 persen atau melampaui rata-rata nasional sebesar 5,61 persen.

“Untuk mendukung percepatan investasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga tengah menyiapkan 12 kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus baru melalui kolaborasi bersama pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah,” tandasnya.

Tags: Wali Kota AafPMA Kota PekalonganInvestasi Jawa TengahDPMPTSP Kota Pekalongan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.