Radio Solopos, SOLO – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surakarta terus mendorong generasi muda untuk menjadi pelestari budaya sekaligus agen promosi pariwisata.
Upaya tersebut diwujudkan melalui ajang Pemilihan Putra Putri Solo (PPS) 2026 yang kini telah memasuki tahap pembekalan finalis.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Disbudpar Surakarta, Terry Sulistyaningrum, menyampaikan bahwa generasi muda saat ini memegang peran penting sebagai representasi Kota Solo di era digital.
Menurutnya, pemuda bukan hanya dituntut memahami budaya Jawa, tapi juga harus mampu memanfaatkan teknologi untuk mengenalkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
“Pemuda diharapkan menjadi role model yang memiliki karakter nilai luhur budaya Jawa sekaligus mengenal dunia modern. Melalui digitalisasi, mereka dapat mempromosikan potensi budaya dan pariwisata Kota Surakarta,” ujar Terry dalam Talkshow Selasar Radio Solopos, Selasa (21/7/2026).
Pembekalan Finalis
Memasuki hari kelima pembekalan, sebanyak 10 finalis dibekali berbagai materi komprehensif.
Pembekalan tersebut dimulai dari pembuatan konten kreatif, iklim investasi, pepak bahasa Jawa, ngadi busana, beauty class, hingga penyuluhan dari Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Harapannya, setelah crowning mereka siap terjun ke masyarakat dan menjadi representasi dalam berbagai agenda Calendar of Event Kota Surakarta,” tambah Terry.
Menanggapi penurunan kemampuan berbahasa Jawa di kalangan muda, Disbudpar juga membuka pelatihan pambiwara serta menghadirkan metode pendekatan budaya yang lebih modern.
Promosi dan Aksi Nyata
Peran aktif ini dirasakan langsung oleh Putri Solo 2025, Renata Listya Kusuma Wangi yang mengaku mendapatkan banyak pengalaman saat menjabat.
Selain meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, ia juga aktif mempromosikan pariwisata Solo dalam berbagai kegiatan.
Ia mencontohkan keterlibatan Putra Putri Solo dalam acara di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo yang memadukan hiburan dengan promosi wisata religi Kota Solo.
Sementara itu, Putra Solo Cendekia Digital 2025, Gilang Aryo Wibowo, mengatakan pihaknya memiliki program yang ia tuangkan dalam PPS Walk.
Program tersebut memanfaatkan media sosial Instagram untuk memperkenalkan destinasi wisata, budaya, dan kuliner Kota Solo melalui konten video.
“Kita sebagai generasi muda Solo harus bisa melestarikan dan memperkenalkan kebudayaan kota Solo. Kalau bukan kita, siapa lagi,” ujarnya.
Gilang juga mengajak generasi muda lebih bangga menggunakan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, anak muda tidak perlu malu menggunakan bahasa daerah sebagai identitas budaya.
Grand Final Pemilihan Putra Putri Solo 2026 dijadwalkan pada Jumat (24/7/2026) berlangsung di Balai Kota Surakarta pukul 18.30 WIB.
Masyarakat dapat menyaksikan acara tersebut secara gratis.
