• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

SENGKETA LAUT CHINA SELATAN : Amerika Lakukan Diplomasi Diam-Diam

W W by W W
14 July 2016
in News
0
SENGKETA LAUT CHINA SELATAN : Amerika Lakukan Diplomasi Diam-Diam

SoloposFM – Amerika Serikat melancarkan diplomasi diam-diam (quiet diplomacy) guna membujuk Filipina, Indonesia, Vietnam, dan negara-negara Asia lainnya agar tidak bertindak agresif memanfaatkan putusan pengadilan internasional yang membantah klaim China atas Laut China Selatan.

“Yang kami inginkan adalah agar hal-hal berjalan dengan tenang sehingga isu-isu ini bisa diselesaikan secara rasional dan tidak emosional,” kata seorang pejabat Amerika yang tidak ingin disebut namanya seperti dikutip dari Reuters, Kamis 14 Juli 2016
Misi diplomasi ini disampaikan melalui kedutaan Amerika Serikat di luar negeri, misi luar negeri di Washington, juga melalui penyampaian langsung kepada pejabat tinggi oleh Menteri Pertahanan AS Ash Carter, Menteri Luar Negeri John Kerry dan pejabat senior lainnya.

“Ini merupakan seruan untuk tetap tenang, bukan usaha untuk membangkitkan para negara di wilayah tersebut melawan China. ini mungkin bisa disalahartikan bahwa Amerika memimpin sebuah koalisi untuk menghadang China,” katanya.
Usaha untuk menenangkan wilayah perairan paska-putusan pengadilan di Den Haag mengalami kemunduran setelah Taiwan mengerahkan kapal perang dan Presiden Tsai Ing menyerukan kepada para pelaut bahwa misi mereka adalah untuk mempertahankan wilayah maritim Taiwan.

Putusan pengadilan menyatakan, bahwa China tidak memiliki hak bersejarah atas wilayah tersebut, dan Taiwan tidak berhak atas Pulau Itu Aba yang juga dikenal sebagai Pulau Taiping, pulau terbesar di Spratly Islands. Taiwan selama ini telah mengelola Itu Aba, tetapi pengadilan menyebut bahwa Itu Aba merupakan bebatuan.

Pejabat AS mengatakan, pihaknya berharap inisiatif diplomasi dengan Indonesia akan berjalan lebih sukses seiring dengan rencana untuk mengirim ratusan nelayan ke Kepulauan Natuna guna menegaskan kedaulatan atas daerah terdekat Indonesia dengan Laut China Selatan yang juga diklaim China , Sementara itu, di Filipina, penjaga pantai China dan kapal angkatan laut dilaporkan melecehkan nelayan Filipina.

Tags: Laut China Selatan

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Korban Meninggal dalam Tragedi Kecelakaan KA di Bekasi Bertambah Jadi Tujuh Orang
  • Rekonsiliasi Data JKN Digenjot, Keaktifan Peserta di Soloraya Masih Jadi Sorotan
  • Mas Wali Apresiasi Festival Durian NEO Solo Grand Mall, Ingatkan Warga Soal Pengelolaan Sampah
  • Peringati Hari Bumi, Hotel Adhiwangsa & BBWS Kolaborasi Tanam Pohon di Urban Forest Bengawan Solo
  • Pelantikan BWI Pekalongan Soroti Rendahnya Legalitas Aset Wakaf

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.