Radio Solopos, PEKALONGAN — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan menyiapkan 251 petugas untuk melaksanakan pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Para petugas tersebut saat ini mengikuti pelatihan guna memastikan proses pendataan berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat.
Kepala BPS Kota Pekalongan, Hayu Wuranti, menjelaskan sebanyak 251 petugas yang diterjunkan terdiri atas 221 petugas pendata lapangan dan 30 pengawas atau pemeriksa lapangan.
Mereka akan melakukan pendataan usaha serta kondisi sosial ekonomi rumah tangga di seluruh wilayah Kota Pekalongan.
“Setiap petugas nantinya akan bertugas di sekitar tujuh hingga 10 Satuan Lingkungan Setempat (SLS) atau wilayah setingkat RT. Kami berupaya menempatkan petugas sesuai domisili masing-masing agar lebih mengenal karakter wilayah yang didata,” ujar Hayu saat Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Hotel Aston Pekalongan, Rabu (3/6/2026).
Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, mengatakan keberhasilan Sensus Ekonomi tidak hanya bergantung pada metode pendataan, tetapi juga kualitas petugas yang terjun langsung ke masyarakat.
Karena itu, para petugas diharapkan memahami materi dan teknis pendataan secara menyeluruh sebelum bertugas di lapangan.
Menurut dia, data yang dikumpulkan melalui Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi salah satu dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi daerah maupun nasional selama beberapa tahun ke depan.
Data Ekonomi
Hayu menuturkan hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai struktur usaha dan potensi ekonomi di Kota Pekalongan.
Selain itu, data yang diperoleh juga dapat digunakan untuk melihat kondisi sosial ekonomi rumah tangga masyarakat.
“Kami berharap dapat memperoleh direktori usaha yang lengkap di Kota Pekalongan, mengetahui potensi ekonomi yang ada, sekaligus melihat kondisi sosial ekonomi rumah tangga masyarakat. Data inilah yang nantinya menjadi salah satu dasar dalam perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan,” katanya.
Untuk mendukung kualitas pendataan, BPS Kota Pekalongan menyelenggarakan pelatihan secara bertahap.
Pelatihan daring telah berlangsung pada 31 Mei hingga 2 Juni 2026, sedangkan pelatihan tatap muka dilaksanakan dalam dua gelombang pada awal Juni.
Materi yang diberikan meliputi konsep usaha, teknik wawancara, pemahaman indikator sosial ekonomi rumah tangga, hingga penggunaan aplikasi digital yang akan digunakan selama proses pendataan.
Data Akurat
Balgis mengajak masyarakat Kota Pekalongan berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas saat pendataan berlangsung.
Menurutnya, sensus yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali tersebut memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan ekonomi di masa mendatang.
Karena itu, masyarakat diminta tidak ragu memberikan informasi yang dibutuhkan petugas.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Pekalongan untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Hasil pendataan yang dilakukan akan membantu menentukan arah pembangunan ekonomi baik di Kota Pekalongan maupun secara nasional. Oleh sebab itu, berikan informasi yang sejujur-jujurnya,” ujarnya.
Ia menambahkan masyarakat tidak perlu khawatir mengenai keamanan data karena seluruh informasi yang diberikan dijamin kerahasiaannya oleh BPS sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, seluruh petugas sensus akan dibekali surat tugas, topi, dan tanda pengenal resmi yang dilengkapi barcode.
Barcode tersebut dapat dipindai oleh masyarakat untuk memastikan identitas petugas yang datang melakukan pendataan.
“Jika masyarakat ragu, barcode yang ada pada tanda pengenal petugas bisa dipindai untuk memastikan keaslian identitas petugas yang bertugas,” kata Hayu.
Dengan dukungan pemerintah daerah, kesiapan petugas, dan partisipasi masyarakat, BPS Kota Pekalongan menargetkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan lancar serta menghasilkan data berkualitas yang bermanfaat bagi pembangunan daerah. (NA)
