Radio Solopos, KOTA PEKALONGAN — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pekalongan menerima kunjungan studi tiru dari Dekranasda Kabupaten Badung, Jumat (10/4/2026), sebagai upaya memperkuat pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM), khususnya di sektor batik dan ekonomi kreatif.
Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya, mengatakan kunjungan merupakan balasan atas kunjungan sebelumnya ke Kabupaten Badung pada November 2025.
Menurutnya, momentum ini tidak hanya mempererat hubungan antar daerah, tetapi juga membuka peluang sinergi dalam pengembangan IKM.
Ia menjelaskan, berbagai langkah telah dilakukan untuk meningkatkan daya saing IKM di Pekalongan, mulai dari pelatihan desain berbasis tren pasar, penguatan branding dan kemasan produk, hingga perluasan akses pasar melalui pameran dan promosi digital.
Selain itu, pengembangan kampung wisata batik juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
“Pada 2025, kami meraih sejumlah capaian, di antaranya Juara 1 Dekranas Award kategori produk kain serta penghargaan dalam Green Batik Design Challenge,” ujarnya.
Inggit berharap, melalui studi tiru ini dapat terjadi pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik, sekaligus membuka peluang kolaborasi seperti penyelenggaraan kegiatan bersama hingga promosi produk unggulan masing-masing daerah.
Diakui Dunia
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Badung, Rasniathi Adi Arnawa, menyebut Kota Pekalongan sebagai pusat batik nasional yang telah diakui dunia dan menjadi referensi bagi daerahnya dalam mengembangkan industri batik.
Ia mengatakan, kunjungan ini bertujuan mempelajari secara langsung proses produksi batik, mulai dari teknik tulis, cap, hingga kombinasi, termasuk penggunaan bahan dan pewarna.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk mengembangkan industri batik di Badung serta meningkatkan keterampilan sumber daya manusia,” katanya.
Selain itu, kunjungan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat jejaring kerja sama antar daerah dan mendorong inovasi motif khas Badung yang memadukan unsur tradisional dan modern.
Selama kunjungan, rombongan dijadwalkan mengunjungi Museum Batik dan Kampung Wisata Batik Pesindon untuk melihat langsung proses produksi serta pemberdayaan perajin.
Melalui kegiatan ini, kedua daerah diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekonomi kreatif serta mendorong lahirnya produk unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. (NA/*)
