• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Usai Blokir Telegram, Kemkominfo Akan Panggil Facebook Cs

Redaksi by Redaksi
18 July 2017
in News
0
Usai Blokir Telegram, Kemkominfo Akan Panggil Facebook Cs

SoloposFM–Setelah melakukan pemblokir Telegram, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) juga berencana memanggil penyelenggara layanan sejenisnya, seperti Facebook, Google, WhatsApp, hingga Twitter.

Dilaporkan Liputan6.com Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo, Semuel A Pangerapan berujar bahwa rencana pemanggilan ini tak lain untuk meminta komitmen mereka untuk menangani penyebaran radikalisme dan terorisme.

“Kami ingin meminta komitmen penuh mereka untuk membantu kami menangani hal ini. Kalau tidak, kami akan melakukan hal yang sama dengan melakukan pemblokiran (layanan),” ujar Semuel ditemui di kantor Kemkominfo, di Jakarta, Senin (17/7/2017).

Menurutnya, perusahaan penyedia layanan over-the-top (OTT) yang menjalankan bisnisnya di Indonesia sepatutnya ikut bekerja sama dalam menanggulangi konten yang bertentangan di Tanah Air.

Kasus pemblokiran situs web Telegram sejak Jumat (14/7/2017) lalu menuai reaksi pro dan kontra dari masyarakat. Diakui pemerintah, ada miskomunikasi antara Kemkominfo dengan pihak Telegram.

Pasalnya, sang pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov tak mengetahui pemerintah Indonesia mengirimkan surat pemberitahuan untuk memblokir situsĀ web-nya. Sementara, menurut Kemkominfo, terhitung ada enam kali surat dikirimkan sejak Maret hingga Juli, tetapi tidak direspons.

Di kesempatan sama, Deputi II Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT, Arief Dharmawan menambahkan bahwa penting bagi penyedia OTT untuk memenuhi persyaratan sesuai dengan aturan berlaku di Indonesia. Dengan demikian, koordinasi bisa dilakukan lebih mudah apabila hal semacam ini terjadi.

“Semisal Facebook ada masalah, koordinasi lebih mudah karena ada kantornya di sini, ada perwakilannya juga. Hal itu sangat efektif,” tutur Arief.

Adapun, Kemkominfo telah mengamankan 17.000 halaman percakapan Telegram yang memuat konten radikalisme hingga terorisme, dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan.

[Lintain Mustika]

Tags: Usai Blokir TelegramKemkominfo Akan Panggil Facebook Cs

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Korban Meninggal dalam Tragedi Kecelakaan KA di Bekasi Bertambah Jadi Tujuh Orang
  • Rekonsiliasi Data JKN Digenjot, Keaktifan Peserta di Soloraya Masih Jadi Sorotan
  • Mas Wali Apresiasi Festival Durian NEO Solo Grand Mall, Ingatkan Warga Soal Pengelolaan Sampah
  • Peringati Hari Bumi, Hotel Adhiwangsa & BBWS Kolaborasi Tanam Pohon di Urban Forest Bengawan Solo
  • Pelantikan BWI Pekalongan Soroti Rendahnya Legalitas Aset Wakaf

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.