• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Wawali Astrid Widayani: Bergeliat Lewat Event, UMKM Solo Didorong Naik Kelas

Fitriana Afifaturahmah

Abu Nadzib by Abu Nadzib
30 July 2026
in News
0
Wawali Astrid Widayani: Bergeliat Lewat Event, UMKM Solo Didorong Naik Kelas

Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani (kiri) menjelaskan perkembangan ekonomi kreatif, budaya, penguatan UMKM, hingga tantangan pengelolaan sampah di tengah maraknya penyelenggaraan event di Kota Solo dalam Talkshow Selasar Radio Solopos Senin, (27/7/2026). (Radio Solopos)

Radio Solopos, SOLO – Kota Solo semakin bergeliat sepanjang tahun 2026, berbagai agenda diselenggarakan mulai dari festival budaya, konser musik, hingga kegiatan berbasis komunitas di tingkat kampung.

Kondisi ini dinilai efektif menggerakkan roda ekonomi kreatif sekaligus membuka peluang besar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, menyatakan bahwa maraknya kegiatan di Kota Solo kini tidak lagi terbatas pada akhir pekan.

Ruang-ruang publik makin hidup berkat kolaborasi aktif antara masyarakat, komunitas, sektor swasta, dan pemerintah.

“Boleh dikatakan hampir setiap hari ada kegiatan. Semua komunitas, genre, dan lintas usia memiliki ruang untuk berkegiatan,” ujar Astrid dalam talkshow Selasar Radio Solopos Senin, (27/7/2026).

Astrid menjelaskan bahwa dampak positif dari penyelenggaraan event tidak berhenti di sektor hiburan semata.

Buktinya, inisiatif warga di tingkat lokal berhasil menumbuhkan kampung-kampung kreatif baru.

Menurutnya, ekonomi kreatif bukan sekadar urusan transaksi jual beli, melainkan wadah berkreasi yang mampu menarik minat wisatawan dan pembeli.

“Dari 17 subsektor ekonomi kreatif, saya kira semuanya ada di Solo. Mulai dari seni tari, desain, mural, hingga festival tingkat kampung,” imbuhnya.

Kualitas UMKM

Melihat pesatnya pertumbuhan UMKM Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kini mengalihkan fokus dari sekadar mengejar kuantitas menuju peningkatan kualitas.

Pemkot berkomitmen mendorong pelaku usaha lokal agar mampu naik kelas melalui program pendampingan yang terstruktur.

Melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), pelaku usaha dapat mengakses fasilitas pendampingan legalitas, sertifikasi halal, konsultasi bisnis, hingga layanan rumah kemasan dan branding secara cuma-cuma.

“Fokus kami bukan lagi pada kuantitas, melainkan kualitas. Pelaku UMKM dapat memanfaatkan fasilitas PLUT untuk meningkatkan daya saing produk mereka,“ tegas Astrid.

Ia menambahkan, banyak pelaku UMKM yang menggantungkan omzet utamanya pada bazar dan festival harian, bahkan tanpa memiliki toko fisik.

Oleh karena itu, Pemkot Solo berkomitmen untuk terus menyisipkan bazar UMKM dalam setiap gelaran acara agar dampak ekonominya terdistribusi secara merata.

Dampak Event

Selain memacu perekonomian, pesatnya acara di Solo juga dirancang untuk menjaga keterkaitan budaya bagi generasi muda.

Pertunjukan tradisional kini dikemas lebih modern tanpa merusak nilai luhurnya, seperti pementasan wayang kulit yang dipadukan dengan tata cahaya modern serta kolaborasi wayang orang.

Di sisi lain, fasilitas seperti Solo Technopark terus dimaksimalkan sebagai pusat pelatihan, inkubasi bisnis, dan ruang kerja gratis (co-working space) bagi pengembang startup maupun wirausaha baru.

Biarpun ritme kegiatan kota semakin padat, Astrid menjamin bahwa nuansa slow living khas Solo tetap terjaga.

Wisatawan masih bisa menikmati suasana santai melalui kunjungan ke kampung wisata, belajar membatik, menabuh gamelan, hingga menikmati wisata kuliner lokal.

Meski demikian, Astrid mengingatkan bahwa tingginya frekuensi acara membawa tantangan tersendiri, terutama pada pengelolaan sampah.

Ia mengimbau seluruh penyelenggara acara, pelaku UMKM, dan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan demi keberlanjutan kota.

“PR besar kita saat ini adalah masalah sampah. Jangan sampai banyaknya event justru menimbulkan persoalan baru. Semua pihak harus memiliki kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan Kota Solo,” pungkasnya.

Tags: pemkot soloevent soloAstrid Widayaniekonomi kreatifSelasar Radio Solopos

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Wawali Astrid Widayani: Bergeliat Lewat Event, UMKM Solo Didorong Naik Kelas
  • Flyover Manahan-Purwosari Diharapkan Percantik Gerbang Kota Solo
  • Ketua DPRD Jateng Sumanto Ajak Warga Menjaga Fungsi Ekologis Kawasan Hulu Desa Berjo
  • Workshop Keramik Jadi Sarana Kreativitas dan Pelepas Stres di Solo
  • Mengintegrasikan Ilmu dan Agama, UIN Walisongo Incar Akreditasi Internasional

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.