Radio Solopos, KARANGANYAR — Be change marker (penanda perubahan) menjadi pesan penting dari founder SMA Unggulan Rushd, Achmad Zaky saat mewisuda 42 siswa sekolah yang berlokasi di Masaran, Sragen itu, Sabtu (9/5/2026).
Wisuda perdana tersebut dilangsungkan di Hotel Alana, Jl. Adisucipto Solo, dihadiri pengurus Yayasan, sejumlah pejabat pendidikan, hingga tokoh masyarakat.
Pelepasan puluhan siswa SMA Unggulan Rushd diwarnai kabar membahagiakan karena sekolah tersebut menduduki peringkat 8 nasional dari hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Sebanyak 14 siswa sudah diterima di sejumlah perguruan tinggi di luar negeri antara lain di Taiwan dan Kanada.
Lima di antaranya bahkan mendapatkan beasiswa Garuda.
Beasiswa Garuda adalah program beasiswa pembiayaan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama LPDP untuk jenjang S1/D4 di luar negeri.
Sebagai informasi, SMA Unggulan Rushd didirikan oleh Achmad Zaky (pendiri Bukalapak) di Masaran, Sragen, dengan fasilitas boarding school dan menekankan pada kurikulum yang terintegrasi untuk mencetak pemimpin inovatif.
Nomor 8 Nasional
Sekolah ini dikenal dengan kurikulum Cambridge, akreditasi A, dan berfokus pada sains serta teknologi.
Berdasarkan pantauan radio.solopos.com, acara wisuda dimulai pukul 08.00 dan berakhir pukul 11.30 WIB. Acara dimulai dengan sambutan dari pendiri SMA Unggulan Rushd, Achmad Zaky.
“Beberapa tahun lalu saya bingung kalau ditanya SMA Rushd itu di mana? Di Sragen, Sragen itu mana? Tidak semua orang tahu. Tapi sekarang tidak lagi. SMA Rushd menduduki peringkat 8 nasional dari hasil TKA. Kalau ketemu pejabat saya tinggal bilang ‘nomor 8 nasional’. Sekarang orang tahu Sragen itu di mana,” ujar Achmad Zaky dengan tawa kecil disambut tepuk tangan ratusan hadirin.
Di hadapan ratusan hadirin ruangan, Achmad Zaky menceritakan tentang pendirian SMA Unggulan Rushd Sragen.
Rushd, menurutnya, berasal dari bahasa Arab yang kurang lebih berarti tidak hanya pandai secara pikiran tapi juga matang dan bijaksana.
Pemilihan nama Rushd juga diambil dari nama mendiang ayah kandungnya, Rusdi.
“Pemilihan nama Rushd dimaksudkan agar kalian semua tidak hanya pintar tapi juga matang pikiran, bermanfaat bagi bangsa dan negara. Bangsa butuh kalian, masuklah kalian dalam jajaran 0,1% top Indonesia. Be change marker,” lanjut Achmad Zaky yang ditujukan kepada 42 lulusan SMA-nya yang sedang diwisuda.
Pesan Walikota Solo
Wali Kota Solo Respati Ardi menjadi salah satu undangan dalam wisuda hari ini. Namun orang nomor satu di Kota Solo itu berhalangan hadir sehingga diwakilkan kepada Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Solo, Tarno.
Tarno lantas membacakan secara utuh sambutan Respati Ardi.
Menurut Wali Kota Solo, wisuda perdana bukan sekadar lulusan tapi sebagai bukti tonggak sejarah bagi SMA Rushd dan Kabupaten Sragen.
Mas Wali, sapaan Respati Ardi, mengungkapkan para lulusan perdana SMA Rushd mempunyai tanggung jawab besar untuk meningkatkan kualitas masing-masing.
“Meningkatkan kualitas menjadi tantangan yang lebih besar untuk membangun karakter generasi. Melakukan perbaikan di berbagai aspek adalah jangka panjang. Saya berharap lulusan bisa menjadi pribadi yang lebih unggul, adaptif dan berintegritas,” pesan Mas Wali.
Ia menambahkan, keberhasilan wisuda hari ini bukan garis akhir tapi awal perjalanan yang lebih panjang bagi para alumnus.
Senada dengan sambutan founder SMA Rushd, Mas Wali menekankan alumnus harus menjadi generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik tapi punya akhlak, kepedulian social dan keberanian memberi manfaat bagi masyarakat.
“Bangsa ini butuh generasi penggerak, membawa Indonesia lebih maju dan bermartabat. Semoga SMA Rushd bisa meluluskan generasi terbaik untuk bangsa dan negara. Terakhir saya ingin berpantun, kalau ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi, kalau sudah lulus sekarang gapailah impian tinggi-tinggi,” tutup Wali Kota Solo, dalam sambutan yang dibacakan Tarno.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sragen, Purwanti bergembira dengan wisuda perdana SMA Unggulan Rushd.
Menurut Purwanti, kebahagiaan keluarga besar SMA Rushd juga menjadi kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Sragen.
Alasannya karena keberadaan SMA Rushd menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lain di Sragen.
“Angkatan pertama akan jadi sejarah yang selalu diingat oleh generasi penerusnya. Terima kasih sudah ada SMA Unggulan Rushd, memberikan motivasi bagi pendidikan SMA di Sragen. Selamat dan sukses untuk yang lulus, setelah ada SMA Rushd dunia jadi tahu di mana itu Sragen,” katanya sambil tertawa.
Kepada para alumnus, Purwanti mengingatkan generasi saat ini hidup di era penuh tantangan sekaligus peluang. Dunia berubah cepat maka generasi muda juga harus bisa beradaptasi secara cepat.
“Bekal dari Bapak Founder tadi tentang karakter, integritas dan akhlak yang baik. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas intelektual tapi juga punya kepedulian kepada bangsa dan negara, orang tua dan masyarakat,” tambahnya.
Acara wisuda 42 siswa itu menjadi meriah berkat penampilan sejumlah siswa dari kelas X dan XI. Beberapa pelajar tampil dengan suara emas mereka dengan lagu berjudul “The Future in Motion”.
Setelah itu dilanjutkan dengan penyampaian laporan capaian akademik. Disebutkan dari 42 lulusan, sebanyak 14 siswa sudah diterima di perguruan tinggi ternama di luar antara lain Toronto University Kanada serta beberapa kampus besar di Taiwan.
Acara inti berupa penyerahan ijazah dan medali pada pukul 10.30 WIB dan dilanjutkan dengan foto bersama.
Tentang SMA Rushd
SMA Unggulan Rushd adalah sekolah berasrama (boarding school) inovatif di Sragen, Jawa Tengah, yang didirikan oleh pendiri Bukalapak, Achmad Zaky.
Berdiri sejak 2023, sekolah ini berfokus pada pendidikan sains, teknologi, dan karakter, serta terakreditasi A dengan kurikulum Cambridge yang terintegrasi.
SMA Unggulan Rushd berada di Dusun Manggis Desa Jati, Kecamatan Masaran, Sragen itu juga memiliki keinginan menjadi pemasok para intelektual-intelektual Indonesia di masa depan.
Achmad Zaky yang merupakan founder Bukalapak membuat sekolah unggulan di tanah kelahirannya tersebut karena menginginkan SDM Indonesia maju dan berkembang, tidak kalah dengan negara-negara lain.
Meski baru berumur tiga tahun, sejumlah penghargaan bergengsi tingkat internasional sudah diraih SMA Unggulan Rushd Sragen di antaranya Mathematic International Olympiad, Robotic International, dan International Greenwich Olympiad.
Di tingkat nasional, SMA Rushd meraih medali emas Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2025, medali perunggu Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025, Juara 1 ISRC (Indonesian Science Research Competition) Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora (BHIS) serta Juara 2 ISRC Bidang Sains dan Aplikasinya (BSA).


